Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda –– Kendaraan roda empat hingga kendaraan truk roda 14 yang masih sering terparkir di pinggir Jalan Yos Sudarso atau sekitar kawasan Pelabuhan Samarinda, harus bersiap untuk ditindak.

Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Samarinda memperingatkan warga yang memiliki kendaraan namun terparkir di badan jalan, agar tidak memarkirkan kendaraan mereka baik di jam-jam kerja maupun pada malam hari. Petugas Dishub Samarinda tidak akan segan untuk melakukan penertiban dan tindakan tegas.

“Kami sudah memantau sejak lama lokasi itu. Masih banyak ternyata sopir-sopir nakal dan juga warga yang tidak memiliki garasi kerap memarkir kendaraan hingga menginap di badan jalan. Padahal kita sudah memasang plang dilarang parkir. Apalagi di kawasan itu juga sudah ada kantong parkirnya,” ujar Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah, Rabu (21/8).

Dishub juga mengaku sudah sering kali memberikan pemahaman secara persuasif kepada para sopir dan juga warga yang memiliki kendaraan di sana. Namun sepertinya teguran itu tidak mempan dan hanya dianggap sebagai angin lalu. Sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan tindakan tegas, berupa razia bersama pihak kepolisian.
“Kita akan tindak tegas, kita akan razia dan derek. Kalau kendaraan truk besar mungkin akan kita cabut pentil bannya,” tegasnya.

Diterangkannya, dalam Pasal 66 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1993 tentang Prasarana dan Lintas Jalan dikatakan, setiap jalan dapat dipergunakan sebagai tempat berhenti atau parkir. Namun, itu boleh dilakukan apabila tidak dilarang oleh rambu-rambu atau marka atau tanda-tanda lain, atau di tempat-tempat tertentu.

Kemudian maksud dari tempat-tempat “tertentu” pada Pasal 1 tersebut, terdiri dari delapan lokasi yang tidak diperbolehkan untuk berhenti dan parker, yaitu sekitar tempat penyeberangan pejalan kaki, atau tempat penyeberangan sepeda yang telah ditentukan, pada jalur khusus pejalan kaki, pada tikungan, di atas jembatan, pada tempat yang mendekati perlintasan sebidang dan persimpangan, di muka pintu keluar masuk pekarangan, pada tempat yang dapat menutupi rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas dan dilarang parkir berdekatan dengan keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis.

“Dishub berhak melakukan penindakan atas pelanggaran yang dilakukan. Bahkan para pelanggar juga akan dikenakan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang terjadi. Pelanggar pun akan disita SIM/STNK bila tetap melakukan pelanggaran dan tidak menyelesaikan sanksi yang sudah diberikan,” jelas Ismansyah.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here