Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Pengerjaan proyek gedung baru di Pasar Sentral Tradisional Segiri Samarinda harus mengorbankan los penjual daging. Mereka akan direlokasi sementara karena pengerjaan gedung baru berdiri tepat di atas tempat berjualan mereka saat ini.

Selama pengerjaan pembangunan, mereka direlokasi. Namun, tempat relokasi yang saat ini diberikan oleh pengelola pasar dinilai kurang layak bagi penjual daging yang seharusnya mendapatkan tempat yang lebih baik mengingat pangan segar yang mereka jual haruslah higienis.

Kini, tempat relokasi mereka bahkan digenangi dengan air. Sehingga memberikan kesan jorok dan membuat pembeli enggan mampir. Hal inilah yang ditakutkan para pedagang, karena dagangan mereka nantinya bisa merugi karena daging yang dijual haruslah dalam keadaan segar dan jika harus disimpan ke dalam lemari es, maka dipastikan harganya akan turun drastis.

“Bisa dilihat dari kondisi yang ada ini saja sudah sangat jorok. Mana mungkin para pembeli mau mampir kesini. Sudah begitu lokasinya juga jauh dari pusat pasar. Yang ada saja kadang kami masih sepi pembeli, apalagi dipindah ke lokasi ini,” ujar Lukman, pedagang daging Pasar Segiri, Senin (19/8).

Dengan relokasi ini para pedagang juga menjadi ragu untuk dapat berjualan kembali tepat waktu sesuai dengan target proyek pada Desember 2019 karena sampai saat ini pun, belum juga ada pengerjaan. Bahkan mereka juga belum mendapatkan informasi yang jelas dari Dinas Perdagangan Samarinda yang berwenang di pasar ini.

“Kami para pedagang ini, jujur saja ragu jika pembangunan gedung ini bisa cepat selesai. Pengerjaannya saja masih belum dimulai. Kalo terus begini, bisa saja kami terus merugi setiap harinya. Padahal disini piring nasi kami setiap hari,” keluhnya.

Para pedagang pun kini menunggu adanya kejelasan dari dinas terkait mengenai kondisi mereka. Bahkan untuk relokasi di tempat yang tidak layak, mereka harus merenovasi tempat jualan agar terlihat bagus dan layak dengan biaya sendiri.

“Cuma kejelasan yang kami mau dapatkan. Agar ada juga harapan kami untuk terus berjualan disini. Bahkan sebenarnya kalo cuma untuk memperbaiki petak, kami sendiri sanggup. Tidak perlu gedung itu dibangun ulang,” ucap Lukman.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here