Oleh : Achmad Syaiful | Yuliawan A

Poskaltim.com, Jayapura – Akibat mengira sebuah granat nanas adalah korek api mainan, tubuh seorang pemuda bernama Lopes Mokay (18), warga Jalan Honinggy, Kali Yahim Sentani, Kabupaten Jayapura, tercabik-cabik dan sebagian tangan kirinya hancur.

Granat nanas ini ditemukan di tambang pasir, Rabu (25/9) petang oleh kakak korban dan diletakkan di bawah pohon. Sore harinya sang adik Lopes membawa granat aktif tersebut dan membakarnya karena dikira korek api gas.

Usai granat meledak, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari untuk menjalani perawatan medis akibat luka ledakan granat pada bagian tangan leher hingga perut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi, Kamis (26/9) membenarkan peristiwa itu. “Kejadiannya pukul 16.30 WIT. Korban mengalami luka pada jari – jari hingga lengan kiri hancur, luka bakar pada dada, perut, leher hingga muka, serta luka gores pada betis dan dada akibat serpihan,” terang Kamal.

Peristiwa ini, sambung Kamal, berawal saat penggali pasir bernama Hosea Felle (43 tahun) menemukan granat nanas terkubur di lokasi tambang pasir di Kali Yahim, pukul 08.00 WIT. Granat yang ditemukan dalam keadaan terkunci kemudian dipindahkan ke bawah Pohon Matoa.

Sore harinya, korban mengambil granat tersebut dan membawa ke Jalan Raya sambil membakar granat menggunakan korek api. Seketika itu, granat meledak di tangan hingga korban tersungkur di jalan.

“Suara ledakan didengar warga sehingga langsung memberikan pertolongan kepada korban dengan membawanya ke RSUD Yowari,” katanya.

Berdasarkan pengakuan awal, penemu granat menyangka temuannya adalah mainan sehingga meninggalkannya di bawah pohon Matoa.

“Saksi ini sempat menanyakan kepada kakakny, seketika itu sang kakak menyampaikan jika granat tersebut adalah mainan karena saat ini banyak korek api mirip granat,” ujarnya.

Dia menambahkan, kasus ini masih dalam penanganan Polres Jayapura. “Kondisi granat sebelum meledak belum berkarat namun kunci platuk sudah tidak ada sehingga belum bisa dipastikan apakah granat ini peninggalan era Perang Dunia II atau bukan,” kata Kamal. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here