Dari namanya saja sudah tidak lazim. Bahkan mungkin ngeri untuk memasukinya. Namun, ada saja pembeli yang datang.

Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Yogyakarta – Sudah pernah masuk salah satu warung yang menyediakan “makanan” abgi mahlukhalus di Yogyakarta ini? Lokasinya berada di Jalan RE Martadinata No 7, Wirobrajan, Kota Yogyakarta.

Dari namanya saja sudah tidak lazim. Bahkan mungkin ngeri untuk memasukinya.
Namun, ada saja pembeli yang datang.

Namanya, Warung Makanan Roh Halus. Warung makanan adalah miliki Tri Waryanti. Dagangan yang dijajakan memang bukan makanan untuk manusia.

Kalau begitu, siapa saja pelanggannya? Berikut penelusuran wartawan Jogja inside.com Bagus Aryo Wicaksono, grup Indonesiainside.com.

Pemilik warung ini menjual aneka ragam bunga untuk sesaji, menyan, dan keperluan yang biasa digunakan untuk nyekar, ziarah kubur, atau lainnya. Itulah yang dimaksud sang penjual sebagai makanan roh halus.

Katanya untuk roh halus. Apa benar itu makanannya? Ternyata hanya nama untuk meraup untung. Soal kegunaan, dikembalikan pada keimanan dan kepercayaan masing-masing.

“Kalau masalah namanya memang kita sengaja cari yang unik biar orang itu gampang ingat. Kita cari nama yang selalu melekat di pikiran orang, kalau tidak begitu ya sama saja dengan penjual bunga lainnya,” kata Tri di Yogyakarta, Sabtu (19/10).

Pelanggan Tri rupanya tidak cuma dari kalangan orang biasa yang ingin nyekar atau ziarah. Tapi ada juga politisi, publik figur, sampai artis sering beli kembang. Selain itu, tiap malam Selasa kliwon dan Jumat kliwon, katanya, selalu ramai pembeli.

Pihak Keraton Yogyakarta, kata Tri, juga sering beli bunga untuk beragam keperluan. Namun, dia tidak menyebutkan peruntukannya.

Suami Tri, Bambang mengatakan pada hari-hari biasa memang jualannya terlihat sepi. Namun waktu-waktu tertentu sangat ramai, omzet yang didapat bahkan sampai jutaan rupiah.

Salah satu waktu yang ramai, ternyata pada musim Pilkada dan Pemilu. Artinya, pada masa-masa ini ternyata banyak juga politisi yang masih percaya klenik.

“Ada waktu-waktu itu sangat ramai sekali, pas pilkada, pemilu terus malam Jumat kliwon sama Selasa kliwon, bulan-bulan ruwah, suro, itu ramai. Bahkan pernah sehari itu dapat Rp5 juta,” kata Bambang yang menekuni sebagai penjual sesajen. (Sug/Aza/ YAS INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here