Prof Bagir Manan (kanan) bersama Banbang Harimurti saat menjadi pembicara workshop Dewan Pers di Samarinda

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Dewan Pers menjadikan Kota Samarinda sebagai Kota ke-32 dalam mengadakan workshop tentang Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 yang berlangsung di Hotel Senyiur Samarinda, Kamis (3/10).

Tiga pembicara dihadirkan Dewan Pers yaitu Bambang Harimurti dan Prof Bagir Manan serta Asep Setiawan, dalam acara yang diperuntukkan bagi pemimpin redaksi, kontributor, dan kepala biro media massa di Kaltim, baik media cetak, elektronik dan media siber dengan peserta lebih dari 30 peserta.

Bambang Harimurti membawakan materi berjudul ‘Peliputan Pilkada 2020, Belajar dari Peliputan Pilkada 2019”. Sedangkan Prof Bagir Manan membawakan materi berjudul “Pemberitaan Pers Pasca Pemilu 2019 dalam Menjaga Keutuhan dan Kestabilan Sosial menuju Pilkada 2020”. Sedangkan Asep Setiawan membawakan materi berjudul “Peliputan Pemilu 2019 Mengawal Janji-Janji Calon Terpilih”.

Bambang Harimurti menjelaskan tantangan pers di era digitalisasi saat ini. Betapa tajamnya serangan dunia maya seperti echo chamber effect (efek gaung), groupthing, doxing yang menyerang pribadi penulis, buzzers yang negatif, dan lainnya.

“Jurnalisme itu menyampaikan kebenaran, bukan seperti propaganda yang menyampaikan pembenaran.Jadi dalam membuat berita, sampaikanlah kebenaran yang kita yakini benar,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Dewan Pers periode 2010-2016 Bagir Manan mengingatkan para jurnalis di Samarinda bahwa Pemilu yang berkualitas memiliki tiga ciri yaitu sukses dalam persiapannya, yang kedua sukses dalam pemilihan dan ketiga sukses ketika sesudah pemilihan.

“Untuk itu pemerintah harus meningkatkan perekonomian masyarakat. Tidak saja berbicara pada pertumbuhan ekonomi saja. Masyarakat harus sejahtera, sehingga masyarakat kuat ketika Pemilu diselenggarakan. Begitupun dengan pemerintah daerah harus diawasi oleh pers yang orientasinya pada pelayanan publik,” ucapnya.

Sedangkan Asep Setiawan dari Dewan Pers membawakan materi berjudul “Peliputan Pemilu 2019, Mengawal Janji-Janji Paslon” yang membahas tentang perbedaan media dan jurnalisme warga.

Menurutnya, dalam peliputan Pemilukada penting bagi wartawan untuk memperhatikan janji-janji yang pernah diucapkan oleh calon ketika mereka terpilih untuk menagih realisasi janji yang dilontarkan kepada masyarakat.
“Bagaimana pers bisa ikut mendorong tingkat partisipasi masyarakat dan bukan sebagai “kompor” yang justru memperkeruh suasana sehingga mewujudkan pemilu yang berkualitas,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here