Pendemo menuntut pembubaran pemerintah dan kelas politik yang mereka pandang sebagai korup

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Baghdad – Aksi demonstrasi yang terjadi hampir di seluruh Irak telah menyebabkan 110 orang tewas dan 6.000 orang lainnya cedera.

Pendemo menuntut pembubaran pemerintah dan kelas politik yang mereka pandang sebagai korup telah bentrok dengan pasukan keamanan Irak, terutama di Ibu Kota Irak, Baghdad, dan di Irak Selatan.

Rencana 13-poin pada Selasa yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi berpusat pada subsidi dan perumahan buat orang miskin, serta gagasan pendidikan dan pelatihan buat pemuda pengangguran.

Setelah pertemuan kabinet, perdana menteri tersebut mengunggah paket pembaruannya di media sosial, walaupun kebanyakan orang Irak telah terputus dari internet dan media sosial selama beberapa hari.

Protes berlanjut pada Senin malam (7/10) di kabupaten Kota Sadr di Baghdad, dan seorang petugas keamanan tewas, walaupun sebagian besar wilayah Irak lebih tenang dibandingkan kondisinya selama satu pekan, sementara politisi mencari jalan untuk mengakhiri aksi perlawanan.

Pasukan keamanan Irak mulai menangkap pemrotes setelah malam turun pada Selasa (8/10) di beberapa bagian timur dan barat-laut Baghdad, kata beberapa sumber polisi kepada Reuters –yang dikutip Antara di Jakarta, Rabu (9/10).

Polisi menyiarkan gambar pemrotes belum lama ini untuk mengidentifikasi dan menangkap mereka. Komisi tinggi setengah resmi Irak urusan hak asasi manusia mengatakan sebanyak 500 orang telah dibebaskan dari 800 orang yang ditahan pekan lalu.

Militer Irak pada Selasa mengatakan seorang anggota pasukan Kementerian Dalam Negeri tewas dan empat lagi cedera, ketika mereka diserang oleh beberapa penyerang yang tak dikenal di Kota Sadr, tempat 15 orang tewas dalam kerusuhan pada malam sebelumnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here