Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kaltim Bersatu, berunjukrasa ke Kantor DPRD Provinsi Kaltim, namun karena tidak dapat masuk, aksi ini akhirnya berujung bentrokan dengan petugas kepolisian.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Ribuan orang mahasiswa berkumpul di depan Gedung Kantor DPRD Provinsi Kaltim. Mereka menyuarakan aspirasi dengan tuntutan menolak revisi Undang-Undang KPK. Tidak saja mahasiswa, beberapa dosen mereka pun turut hadir dan menyuarakan penolakan serupa.

“Kami meminta presiden Jokowi segera terbitkan Perpu (Peraturan Pengganti Undang-undang) terkait UU KPK,” ujar seorang demonstran dalam orasinya di depan pagar Kantor DRPD Provinsi Kaltim di Jalan Teuku Umar, Senin (23/9).
Mahasiswa juga menuding pengesahan RUU KPK menjadi UU tidak termasuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2019, namun pengesahannya seolah dipaksakan.

Aksi gabungan mahasiswa ini menamakan diri mereka Aliansi Kaltim Bersatu yang berasal dari tujuh perguruan tinggi, yaitu Universitas Mulawarman, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas 17 Agustus, Politeknik Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Universitas Nahdlatul Ulama dan Universitas Widyagama.

Sedangkan elemen mahasiswa yang hadir tampak dari dari GMNI, HMI, KAMMI, GMKI dan PMII. Selain itu sejumlah dosen pun turut meramaikan aksi, diantaranya Herdiansyah Hamzah, Dosen Fakultas Hukum Unmul dan Mahendra Putra Kurnia, Dekan Fakultas Hukum Unmul.

“Intinya kami mendukung aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa, selain itu juga ini sebagai bentuk aksi protes dosen terhadap revisi RUU KPK,” ucap Herdiansyah.

Tiga tuntutan mendasar mahasiswa adalah Mendesak Presiden Joko Widodo agar secepatnya mengeluarkan perpu terkait UU KPK, menolak segala revisi undang-undang yang melemahkan demokrasi dan menolak sistem kembali pada Rezim Orde Baru (Orba).

Sekitar pukul 12.50 Wita, massa yang tertahan di pagar dan memaksa ingin masuk ke dalam gedung dewan harus dorong-dorongan dengan petugas keamanan dari Polresta Samarinda yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rivianto.

Bentrokan tidak dapat dielakkan. Polisi yang berjaga selain diperkuat dengan tim anti huru hara juga dilengkapi dengan mobil meriam air. Hingga pukul 15.30 belum diketahui korban dari kedua belah pihak.
Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi demo, Dr Sholihin Bone mengatakan kinerja KPK selama 17 tahun dinilai sudah sangat baik dan tidak perlu dilakukan revisi.

“Sehingga gerakan mahasiswa dan dosen turun ke jalan hari ini diharapkan dapat menggugah hati pemerintah untuk menghentikan revisi ini dengan segera menerbitkan Perppu revisi UU KPK,” tegasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here