Delapan dari sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim, delapan diantaranya meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) pada peringatan Hari Anak Nasional di Makassar.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Makassar — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI menyelenggarakan malam penghargaan Kota Layak Anak 2019 di Hotel Four Points, Selasa malam (23/7/2019). Dari sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim, delapan diantaranya menerima penghargaan.

Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad mengatakan, tahun ini Kaltim menunjukkan peningkatan yang cukup membanggakan, karena dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, delapan berhasil meraih penghargaan KLA.

“Kategori Nindya diraih oleh Kota Balikpapan. Kategori Madya diraih tiga daerah yaitu Kota Samarinda, Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sedangkan untuk Kategori Pratama diraih Kabupaten Berau, Penajm Paser Utara, Paser dan Kutai Timur,” ungkap Halda dalam rilisnya yang diterima Posklatim, Rabu siang (24/7).

Sementara itu, Kota Balikpapan memborong sejumlah kategori penghargaan diantaranya sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempauan dan Aanak, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kabupaten/Kota Terbaik, Sekolah Ramah Anak Terbaik SDN 03 Balikpapan dan Sekolah Luar Biasa Negeri Balikpapan, serta Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP) diraih Puskesmas Bakilpapan Tengah.

Meski masih terdapat dua kabupaten yang belum memperoleh penghargaan KLA, Halda optimistis untuk terus melakukan advokasi dan pembinaan. Harapannya tahun depan, Kaltim menjadi tempat dan rumah yang ramah bagi anak di sepuluh kabupaten/kota di Kaltim.

Kepala DKP3A Kaltim, Hj Halda Arsyad (jilbab merah kiri) mewakili Kaltim menerima penghargaan KLA .
Pada malam penghargaan ini tujuan diberikannya penghargaan, untuk mendorong pemerintah daerah memenuhi kebutuhan anak Indonesia. Target Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) adalah Indonesia Layak Anak atau yang dikenal dengan istilah “Idola 2030”.

Menteri PPPA Yohana Susan Yembise atau akrab dipanggil dengan Mama Yo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo yang menjadi perintis kota layak anak ketika masih menjadi Walikota Solo.
“Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 pasal 21 ayat 4 dan 5 mendorong pemerintah daerah bertanggung jawab mendukung pemerintah pusat dalam perlindungan terhadap anak,” ujar Mama Yo.

Selain itu, Mama Yo mengajak semua peserta memberikan apresiasi kepada Ananda Rosalinda dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang komik karyanya dihargai di New York dan 100 negara lainnya.

Ketua Tim Evaluasi Penghargaan KLA 2019 sekaligus Deputi IV Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rosalin menyampaikan penilaian dilakukan dengan mengedepankan revolusi industri 4.0.

“Pemberian KLA diberikan dengan penilaian komprehensif dibantu oleh tim independen” ujar Lenny.

Bertambahnya jumlah kabupaten/kota penerima penghargaan KLA menjadi bukti meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan anak di wilayahnya.

“Pemberian penghargaan KLA tahun ini semakin menambahnilai membanggakan sebab dengan bertambahnya pemberian penghargaan KLA di sejumlah daerah maka seiring dengan meningkatnya pemenuhan hak anak di tingkat kabupaten,” ujarnya.(YAN/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here