Kondisi Waduk Manggar yang airnya mulai menyusut seiring belum datangnya hujan dalam beberapa hari terakhir

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Cuaca terik yang melanda Kota Balikpapan dalam waktu beberapa pekan terakhir ini, berdampak pada level air di Waduk Manggar. Setidaknya, dalam kurun waktu lima hari terakhir ini, telah terjadi penurunan volume air sekitar satu sentimeter per harinya.

Direktur Teknik PDAM Balikpapan Arief Purnawarman mengatakan, hal ini disebabkan oleh penguapan air efek dari cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari ini. Hingga saat ini level ketinggian air di waduk sekitar 10,19 meter.

“Faktor cuaca panas dan ruang permukaan waduk yang luas menyebabkan penguapan cukup terasa. Walau sempat ada hujan tapi hanya rintik (gerimis) saja, ini belum bisa menambah volume air di dalam waduk,” ujarnya di ruang kerjanya, pada Selasa (28/5).

Meski demikian, Arief menjelaskan jika cadangan air baku Waduk Manggar dengan ketinggian 10,19 meter masih tergolong aman. Angka tersebut masih tergolong limpas atau kondisi waduk penuh, sehingga cukup untuk bertahan hingga enam bulan kedepan.

Karena Waduk Manggar ini merupakan sumber air baku PDAM Balikpapan, sehingga keberadaannya sangat penting bagi warga Balikpapan dalam pemenuhan air bersih ke rumah tangga.

“Sesuai prediksi kemarau mulai datang pada pertengahan Juli. Apabila bulan November musim hujan sudah datang, maka air waduk akan aman,” terangnya.

Arief berharap, beberapa hari kedepan akan turun hujan di kawasan Waduk Manggar untuk bisa menambah pasokan air baku. Bagaimanapun juga, cadangan air Waduk Manggar masih bergantung dengan intensitas curah hujan. Terutama hujan di Kilometer 23 atau Kilometer 30 yang merupakan masuknya air ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar.

“Semoga hujan di hulu (sungai), jadi bisa menambah volume air. Walaupun di dalam kota tidak ada hujan,” ujarnya.

Lanjut Arief, untuk menyiasati datangnya musim kemarau, dirinya berharap Waduk Teritip dapat segera beroperasi untuk mendukung cadangan air bersih. Selain itu, PDAM masih memiliki sumur dalam yang bisa digunakan selama musim kemarau tiba.

Sat ini di Kota Balikpapan terdapat 22 sumur dalam yang aktif. Kemampuan suplainya mencapai 5 -30 liter per detik. Sumur ini mampu menopang kebutuhan air bersih dibeberapa kawasan yang tidak terjangkau air dari Waduk Manggar.

Dengan kondisi seperti ini pelanggan PDAM tak perlu risau dengan ketersediaan air. “Jadi kami yakinkan kepada pelanggan (kondisinya) masih aman. Kalau terjadi hal ekstrem, misalnya tidak ada hujan sampai Desember kita mengubahnya ke sistem tangki,” jelas Arief.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here