Oleh : Yuliawan A

Pokaltim.com, Samarinda – Deposit dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) sebelum melaksanakan eksplorasi pertambangan, bukan sebagai bentuk untuk melepas tanggungjawab terhadap reklamasi lingkungan, usai pengerukan bahan galian tambang. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Kaltim, Wahyu Widhi Heranata, Senin (12/8).

“Bukan. Pemahaman yang salah jika perusahaan berpikiran begitu. Dana Jamrek itu adalah semacam jaminan atau deposit manakala eskplorasi yang dilakukan sebuah perusahaan batu bara melakukan wan prestasi atas tanggungjawabnya memulihkan lingkungan. Jadi bukan cara untuk melepaskan tanggungjawab,” tegasnya saat dikonfirmasi masih banyaknya perusahaan pertambangan yang berpikiran sempit seperti itu.

Diakuinya memang perusahaan bisa berdalih demikian, tetapi jika itu terjadi maka kita akan cabut izinnya jika dikeluarkan oleh daerah atau kita akan laporkan ke pusat jika izinnya dikeluarkan oleh kementerian ESDM.

Dana Jaminan Reklamasi ini disepakai di depan sebelum perusahaan melakukan kegiatan eksplorasi. Tentang besarannya tentu akan ditentukan dengan banyak indikator yang akan dinilai oleh inspektur pertambangan.

Jika perusahaan akan mengakhiri ekslorasinya maka diwajibkan untuk melakukan rehabilitasi terhadap lingkungan sekitarnya yang telah ditambang, jika penilaian kami proses reklamasinya baik, maka dana Jamrek yang dititipkan di bank yang telah ditunjuk, boleh diambil kembali oleh perusahaan dan dapat digunakan untuk proses penambangan lokasi lain berikutnya.

“Namun jika ditengah akhir eksplorasinya tidak melaksanakan rehabilitasi dengan baik, maka kami berhak memakai dana Jamrek tersebut untuk memperbaiki sisa pekerjaan yang ditinggalkan. Itupun harus dikerjakan oleh pihak ketiga yang ditunjuk, bukan oleh instansi Dinas ESDM,” jelasnya. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here