Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengingatkan bertambahnya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Prediksi BMKG masih menunjukan banyak daerah berhutan yang berpotensi sangat mudah terbaka.

Kondisi kritis terpantau di Jambi, Sumatera Selatan dan wilayah Kalimantan seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Para pihak di lapangan telah diinstruksikan meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya-upaya pemadaman untuk mengurangi dampak asap.

“Hampir seluruh wilayah Jawa juga masih menunjukkan kondisi sangat mudah terbakar,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan dalam pernyataan persnya dikutip Ahad (8/9).

Dia mengatakan, sampai hari kemarin, tim pengendalian sudah mengguyur 26.790.400 liter air untuk pemadaman dari udara di Kalimantan Tengah. Sementara di Kalimantan Barat, pemadaman udara sudah dilakukan sebanyak 16.861 sorti dengan menggunakan air sebanyak 45.999.140 liter.

“Diharapkan upaya-upaya yang dilakukan ini dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari karhutla,” imbuhnya. Pemadaman darat juga terus dilakukan oleh Manggala Agni di wilayah Kota Palangkaraya, Kabupaten Kapuas.

Serta beberapa wilayah di Kalimantan Barat seperti di Singkawang, Sintang, dan Ketapang. Pemadaman juga dilakukan di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan beberapa wilayah di Sulawesi.

“Sedini mungkin, karhutla segera ditangani sehingga dampaknya tidak membesar. Manggala Agni dan para pihak terus melakukan pemadaman di beberapa wilayah. Sebagai contoh, asap yang mulai terdeteksi di wilayah Kalimantan berdampak terganggunya aktivitas seperti penerbangan pesawat dan sekolah,” katanya.

Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah memperpanjang status siaga kebakaran hutan dan lahan hingga akhir September 2019. Saat ini karhutla kembali marak akibat tiga pekan lebih hujan tak mengguyur kota setempat.

“Hal ini dilakukan karena wilayah Kota Palangka Raya yang sempat tak ada kabut asap, kembali dilanda kebakaran lahan dan kabut asap,” kata Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Supriyanto di Palangka Raya, Ahad (8/9).

“Karena kering lahan yang ada kembali mudah terbakar. Kecamatan Sabangau dan Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah yang paling rawan dan banyak lahan terbakar,” katanya.

Supriyanto mengungkapkan Pemerintah Kota Palangka Raya hingga periode 28 Agustus telah menggelontorkan Rp2,3 miliar untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Penggunaan anggaran di antaranya untuk pembentukan tim satuan tugas kebakaran hutan dan lahan termasuk tahapan penanggulangan kebakaran lahan. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here