Minimnya pasokan ikan laut dari nelayan menyebabkan harga ikan terus merangkak naik. Nelayan enggan melaut karena gelombang tinggi hingga 3 meter di perairan Balikpapan

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Cuaca buruk yang terjadi di Kota Balikpapan dalam beberapa minggu ini, berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Ini mengakibatkan harga jual ikan laut di pasar tradisional saat ini mengalami kenaikan.

Dari pantauan Poskaltim.com di pasar tradisional Klandasan pada Senin (10/6) siang, beberapa jenis ikan yang mengalami kenaikan harga, yaitu ikan layang yang biasanya dijual Rp25.000 per kilogram (Kg), kini menjadi Rp40.000 per Kg. Sedangkan jenis ikan lainnya seperti ikan Bandeng seharga sebelumnya Rp20.000 per Kg, kini menjadi Rp35.000 per Kg. Ikan Kakap dan ikan Trakulu sebelumnya Rp45.000 per Kg, kini menjadi Rp70.000 per Kg.

“Cuaca hujan terus jadi tangkapan nelayan berkurang ini. Stok juga sedikit, jadi harga naik,” ujar Aco, pedagang ikan.

Aco menjelaskan, kenaikan harga ikan ini sudah terjadi sejak satu pekan terakhir. Para nelayan dari Manggar yang turut memasok ikan di pasar dengan stok yang masih sangat terbatas. Jika cuaca dalam beberapa hari terakhir masih kurang bersahabat, bisa dipastikan harga ikan akan terus naik.

“Ya kan dari Manggar sana cuma dapat kiriman tiga box aja. Nelayan juga sedikit dapatnya. Kalo masih begini terus ya bisa naik terus harga ikannya mas,” tambah Aco.

Sementara itu, salah seorang pembeli ikan, Wahyuni mengatakan, dirinya lebih memilih ikan sungai seperti ikan lele dan ikan mas lantaran mahalnya ikan laut saat ini. Dirinya berharap cuaca bisa segera normal kembali dan nelayan bisa melaut serta mendapatkan tangkapan yang banyak lagi.

“Beli ikan Mas dan Lele aja mas, ikan laut mahal eh. Ya semoga aja cuaca bisa normal lagi nelayannya bisa nangkap ikan lebih banyak lagi, jadi harganya gak mahal-mahal lagi,” ujarnya.

Sebelumnya BMKG Kota Balikpapan memang telah mengeluarkan peringatan terhadap cuaca di perairan Teluk Balikpapan. Dimana saat ini gelombang laut bisa mencapai 2,5 hingga 3 meter, dan ini sangat berbahaya bagi kapal-kapal kecil, khususnya kapal yang dimiliki oleh para nelayan.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here