Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — Besarnya dana dari China dalam bisnis e-commerce di Asia Tenggara memainkan peran penting dalam kesuksesan mereka. Investor utama yang banyak berperan yakni adalah Alibaba, JD.com, dan LightInTheBox.

Cina aktif membantu pendanaan dan pengembangan salah satu e-commerce yang paling aktif digunakan platform di wilayah seperti Lazada, Tokopedia, & ezbuy. Mantapnya, sebagian besar aplikasi e-commerce yang disokong investor China ini konsisten pada peringkat di daftar lima teratas dengan pengguna aktif per bulan.

“Aplikasi e-commerce dengan investasi JD.com seperti Tiki di Vietnam, JD Central di Thailand, dan JD.ID di Indonesia juga memperoleh pengguna bulanan aktif tertinggi selama kuartal kedua 2019,” dikutip laporan Iprice, Jumat (20/9).

Lazada, perusahaan yang didirikan oleh Rocket Internet dan Pierre Poignant pada 2012 silam ini duguyur dana USD500 juta oleh Alibaba sekaligus mengakuisisi saham pengendali Lazada dengan total investasi sekitar USD1 miliar.

Sayap bisnis Lazada berdiri di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Keenam negara ini memiliki populasi sekitar 560 juta dan perkiraan basis pengguna Internet 200 juta, menurut Internet Live Stats.

“Dengan hanya 3% dari total penjualan ritel di kawasan ini yang dilakukan secara online, Asia Tenggara diharapkan menawarkan potensi pertumbuhan yang luar biasa bagi kedua perusahaan karena penetrasi internet terus meningkat,” dikutip situs Alibaba.

Pada 2017, Alibaba kembali menyuntik modal untuk Tokopedia senilai USD 1.1 miliar. Babak investasi ini dipimpin oleh Alibaba Group dengan partisipasi dari pemegang saham Tokopedia yang sekarang. Investasi ini akan menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia.

Sementara, Shopee memiliki induk usaha Garena yang kemudian berubah nama menjadi SEA Group yang diorganisir dari Singapura. Pada 2017, SEA Group mencatatkan saham di bursa saham Amerika Serikat (AS) dan berhasil mengumpulkan dana US$884 juta. Valuasi ketika IPO mencapai US$4,9 miliar.

Shopee mulai membuat perbaikan yang kuat dalam lalu lintas web di Asia Tenggara sejak kuartal ketiga 2018. Dalam satu tahun, e-commerce besutan Chris Feng, salah satu mantan pegiat Rocket Internet yang pernah mengepalai Zalora dan Lazada ini menggandakannya kunjungan total.

Pertumbuhan ini juga bertepatan dengan mereka berhasil mengumpulkan US $ 575 juta Juni 2018. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here