Cina berencana akan menggunakan "senjata pemusnah massal" dalam memerangi serbuan belalang asal Pakistan.

Oleh: Eko P

Indonesiainside.id, Beijing – Sebanyak 100 ribu bebek siap dikerahkan Cina untuk membantu tetangga mereka Pakistan. Negeri itu kini menghadapi wabah belalang yang menghabiskan tanaman pangan.

“Seekor bebek bisa memakan lebih dari 200 belalang sehari dan akan lebih efektif daripada pestisida,” kata Ahli pertanian Cina dikutip BBC News, Ahad (1/3).

Pakistan menyatakan keadaan darurat bulan ini dan menyatakan jumlah belalang di sana merupakan yang terburuk selama lebih dari dua dekade.

Jutaan serangga ini juga menghancurkan pangan di beberapa bagian Afrika Timur.
Pemerintah Cina mengumumkan minggu ini bahwa mereka mengirim tim ahli ke Pakistan untuk melawan belalang.

“Kami menggambarkan bebek sebagai “senjata biologis”. Ayam bisa memakan hingga 70 belalang sehari sementara seekor bebek bisa melahap tiga kali lipat angka itu,” ungkap Lu Lizhi, peneliti senio di Zhejiang Academy of Agricultural Sciences.

“Bebek senang hidup berkelompok, maka mereka juga lebih mudah dikendalikan ketimbang ayam,” katanya.

Percobaan akan dilakukan di provinsi Xinjiang di barat Cina dalam beberapa bulan ke depan, kata Lu.

Sesudah itu mereka akan dikirim ke daerah yang paling terdampak di Pakistan yaitu di provinsi Sindh, Balochistan dan Punjab.

Tahun 2000, China mengapalkan 30.000 ekor bebek dari provinsi Zhejiang ke Xinjiang untuk mengatasi wabah belalang.

Menurut PBB, wabah yang berat sekarang ini bisa dilacak penyebabnya dari musim siklon tahun 2018-2019 yang membawa hujan deras ke Semenanjung Arab dan menyebabkan sedikitnya tiga generasi “kelahiran tak tercatat sebelumnya” tidak bisa terdeteksi.

Kerumunan belalang ini kemudian tersebar ke seluruh Asia Selatan dan Afrika Timur.(EP/ https://indonesiainside.id/news/internasional/2020/03/02/cina-siapkan-senjata-biologis-lawan-serbuan-belalang-di-pakistan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here