Ketua Bappeda Kaltim, Zairin Zain memimpin rapat penanganan banjir Samarinda yang diperkirakan mencapai Rp6 triliun


Oleh : Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Samarinda dan juga pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah Bantaran Sungai mengadakan rapat koordinasi persoalan banjir di Samarinda pada Senin, (17/06) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim.

Dalam rapat tersebut dihasilkan kesimpulan bahwa untuk penanganan masalah banjir di Samarinda dibutuhkan dana sebesar Rp 6 Triliun untuk semua sektor pembenahan.

Penanganan banjir ini juga difokuskan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Karang Mumus yang saat ini mengalami pendangkalan dan penyempitan. Selain itu juga DAS-DAS kecil lainnya akan diperlebar untuk memperlancar aliran sungai ketika hujan turun.

Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain menegaskan bahwa dana ini nantinya secara bertahap akan digelontorkan selama lima tahun ke depan. Mulai dari dana pusat, daerah hingga dana kota Samarinda sendiri.

“Butuh dana enam triliun rupiah untuk penyelesaian persoalan banjir Samarinda selama kurun waktu lima tahun ke depan. Dana sebesar ini berasal dari dana kementerian, provinsi dan kota,” ungkap Zairin kepada para wartawan usai rapat tadi siang.

Zairin juga mengatakan bahwa untuk penanganan banjir, untuk tahap awal Pemprov Kaltim sudah menganggarkan dana sekitar Rp20 miliar. Dana ini nantinya bersifat hibah kepada Pemkot Samarinda yang akan mengeksekusinya melalui berbagai program pembangunan dalam penanganan banjir.

Kemudian untuk tahun 2020 mendatang perencanaan anggaran juga akan memfokuskan masalah banjir, tidak hanya Samarinda namun juga beberapa kabupaten kota yang rawan bencana banjir dan juga longsor.

“Dana-dana penanganan banjir ini nanti kita susun dan kita masukan ke dalam APBD tahun 2020, kita fokuskan untuk banjir khususnya di Samarinda karena sudah urgent dan memang harus segera diatasi,” ucap Zairin.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi memperkirakan kerugian akibat banjir Samarinda selama satu pekan dapat mencapai Rp1 triliun. Ini terjadi akibat lost production beberapa perusahaan, perkantoran dan sepinya pengunjung pada pusat perbelanjaan serta dari sektor transportasi.

“Kerugian banjir di Samarinda saya hitung ratusan miliar bahkan menyentuh angka satu triliunan arena banyaknya usaha masyarakat yang tidak dapat berjalan dengan lancar dan kerugian-kerugian lainnya dari berbagai sektor usaha dan jasa,” ucapnya.(RZQ/YAN)

1 COMMENT

  1. […] Indonesiainside.id, Samarinda — Lagi Penanggulangan bencana banjir di Samarinda, Kalimantan Timur, butuh biaya Rp6 triliun. Alokasi anggaran sebesar itu dihasilkan dalam rapat Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Samarinda. Rapat itu juga dihadiri pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah Bantaran Sungai di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Samarinda, Senin, (17/6). […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here