Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Bulan Muharram dalam penanggalan Islam berarti awal tahun baru. Saat awal tahun baru, harapan semua orang adalah tahun yang lebih baik dari sebelumnya. Begitupun yang dilakukan oleh warga suku Bugis yang berdiam di Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda.

Mereka ramai-ramai membeli gayung mandi sebagai bentuk harapan agar rezeki di tahun 1441 Hijriah dapat diraih dengan lebih baik dan lebih berkah. Pembelian gayung mandi dan baskom semakin ramai pada saat penanggalan menunjukkan 10 Muharram.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Samarinda, Zaini Naim ketika ditanyakan akan hal ini, menanggapinya dengan santai dan menyatakan tidak masalah selama tradisi tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Apalagi menurutnya, adat istiadat juga harus tetap dilestarikan.

“Tidak masalah, selama tidak melanggar agama dan sesuai dengan aturan Islam kami perbolehkan. Lagipula maknanya juga bagus dan bisa diambil sebagai pelajaran hidup. Namun warga juga diimbau agar memaknai hal tersebut dengan bekerja lebih giat dan tetap berdoa pada Tuhan,” katanya.

Warga Kecamatan Samarinda Seberang yang mayoritas beragama Islam dan berasal dari Sulawesi Selatan, sudah ratusan tahun mempercayai dengan membeli gayung mandi baru, ada harapan rezeki yang didapat akan lancar laksana menciduk air mandi.

Makna dari membeli gayung ini untuk menangguk rezeki sebanyak-banyaknya. Selain itu juga semakin besar gayung atau baskom yang dibeli, warga berharap rezeki mereka akan semakin lancar dan banyak,” ucap seorang warga bernama Maysaroh.

Selain gayung dan baskom, wadah plastik lainnya juga ikut diborong oleh warga. Menurut mereka, semakin banyak yang dibeli, maka semakin banyak harapan rejeki yang akan dinantikan. Membeli peralatan seperti gayung dan baskom ini juga tidak dipaksakan harus yang mahal dan besar, tetapi secukupnya dan semampu keuangan warga.

“Sudah setiap tahun begini sejak jaman datuk saya dulu. Maknanya adalah agar rezeki kami lancar dan tidak ada halangan dan Allah berikan keberkahan. Ini saya sudah beli dua, gayung dan baskom. Nantinya akan saya pakai di rumah,” ujar Salasiah, warga Jalan Mangkupalas, Rabu sore, (11/9).

Sementara itu, para pedagang perkakas plastik setiap tahun tentu saja memanfaatkan momen ini. Setiap penanggalan Muharram, selalu para penjual barang keperluan rumah tangga menambah stok gayung dan ember kecil mereka.
Seperti yang dilakukan oleh Oji yang berjualan di Pasar Baqa, Samarinda Seberang, dirinya mengaku menyediakan gayung dan baskom dengan berbagai macam ukuran sebanyak 200 lusin atau sebanyak 2,400 buah. Kisaran harga mulai Rp5.000 sampai Rp20.000 . Bahkan baskom yang berkisar dari Rp10.000 sampai Rp35.000 juga diburu warga yang memiliki ekonomi lebih.

“Setiap tahun kami berjualan begini. Kalau tahun ini (Muharram 1441 H) agak kurang sudah. Tahun kemarin kami bisa menghabiskan sampai 400 lusin atau 4.800 buah, tetapi kalau sekarang sudah sepi,” ujarnya tersenyum.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here