Oleh: Yuliawan Andrianto

Poskaltim.com, Samarinda – Kerajaan Kutai tempo dulu merupakan pemilik tanah di hampir separuh daratan Provinsi Kalimantan Timur. Wilayahnya tidak saja terpusat di Kota Tenggarong, namun terbentang dari Kota Balikpapan, pesisir Laut Sulawesi, kota Samarinda hingga ke utara Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur.

Di pedalaman Sungai Mahakam wilayah Kerajaan Kutai tersebar hingga ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Mahakam Ulu kini. Setelah dimekarkan pada tahun 1999, Kabupaten Kutai berganti nama menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara

Daerah ini dimekarkan menjadi Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Timur. Belakangan di tahun 2013, Kutai Barat dimekarkan kembali menjadi Kabupaten Mahakam Ulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Saat Presiden Joko Widodo menyebutkan lokasi ibu kota sebagian berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, maka dapat dipastikan Kecamatan Samboja adalah titiknya. Apalagi kecamatan ini berdekatan dengan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Jarak Kecamatan Samboja dengan Kota Samarinda berjarak sekitar 75 kilometer (Km). Begitupun dengan jarak ibu kota kabupaten, Kota Tenggarong ke Samboja lebih kurang berjarak 90 Km. Samboja lebih dekat ke Kota Balikpapan dengan jarak sekitar 40 Km. Perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat ditempuh sekitar 30 menit.

Jarak antara Kecamatan Samboja dan Kecamatan Sepaku, juga sekitar 30 menit. Jumlah penduduk Kecamatan Samboja per tahun 2017 sebanyak 63.128 jiwa dengan kepadatan penduduk sebanyak 53 jiwa per Km persegi.

Ikon Kota Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara. Penetapan Kecamatan Samboja sebagai ibu kota baru dinilai tidak mempengaruhi wajah kota Tenggarong.
Sedangkan luas wilayahnya mencapai 1.045 kilometer persegi. Sumber daya alam yang utama adalah eksplorasi minyak dan gas di pesisir pantai hingga kegiatan pertambangan “emas hitam” batu bara di daratannya.

Di Kecamatan Samboja ini terdapat Taman Hutan Raya Bukit Soeharto seluas 81.850 Km persegi dan Hutan Konservasi Bukit Bangkirai dengan luas 1.500 hektare yang berisi ratusan tegakan Pohon Bangkitai (Shorea leavis), aneka Pohon Meranti (Shorea) serta Pohon Ulin atau pohon besi (Eusideroxylon zwageri) yang tingginya hingga 50 meter.

Menurut pengamat lingkungan, Niel Makinuddin dari The Nature Conservancy, diperkirakan Kecamatan Samboja ini menjadi daerah penyangga bagi ibu kota negara dari sisi ruang terbuka hijau.

Pohon-pohon yang tinggi dan kokoh tetap dibiarkan berdiri tegak sehingga tetap memproduksi oksigen dan udara segar bagi pusat pemerintahan kelak. Selain itu dua kawasan konservasi ini juga akan menjadi tempat cadangan air tanah bagi kota baru nantinya.

“Pemikiran kami konsep ibu kota negara nanti bukan seperti ibu kota Jakarta saat ini. Tetapi ibu kota yang istilahnya urban forest, jadi kota yang hijau, kota yang kawasan proporsi ruang terbuka hijaunya memiliki lebih dari 30 persen. Maka ini keren banget,” ujar Niel.

Dia berharap desain bangunan ibu kota nantinya dirancang hemat energi untuk rancangan pencahayaan gedung, bebas dari sampah atau material plastik. Ibu kota ini nantinya dapat menjadi referensi, menjadi teladan dan model, tidak saja bagi provinsi lain di Indonesia tetapi juga dunia internasional.

Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah bersyukur karena Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi pilihan Presiden Joko Widodo dalam pemindahan ibu kota negara. Dia siap mendukung rencana ini dengan menyediakan data-data yang dibutuhkan oleh Pemerintah Pusat.

“Saya sudah yakin Kukar masuk dalam pemilihan ibu kota negara. Kan saya turut mendampingi presiden bersama Wagub Kaltim Hadi Mulyadi. Di situ saya jelaskan tentang daerah-daerah di sekitar Samboja yang yang jadi lokasi kunjungan presiden,” ujarnya.

Ibu kota baru ini diyakini dapat mendorong percepatan perekonomian Kaltim, termasuk pendapatan masyarakat. Dia juga memastikan tidak ada spekulan tanah yang dapat menghambat apalagi mempermainkan harga tanah yang akan digunakan.

“Kami siap bekerja dan mendukung mewujudkan keinginan pemerintah pusat untuk menjadikan Kaltim sebagai ibu kota negara. Apalagi beberapa syarat telah terpenuhi,” ujarnya.(YAN/AZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here