Angkutan udara dan tiket penerbangan mengalami penurunan di dua kota yaitu Samarinda dan Balikpapan, sehingga memberi andil menahan laju inflasi di Kaltim.(foto:ist)

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda -– Dari sembilan kota besar di Pulau Kalimantan, pada bulan Agustus 2019 terjadi inflasi di dua kota yaitu Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dan kota Samarinda inflasi sebesar 0,07 persen. Sementara tujuh kota lainnya mengalami deflasi.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen di Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Agustus mengalami deflasi -0,19 atau berbanding terbalik dengan nasional yang pada bulan yang sama mengalami inflasi sebesar 0,12 persen.

“Untuk Kaltim deflasi sebesar -0,19 persen, terbentuk dari kota Samarinda yang inflasi sebesar 0,07 dan Balikpapan deflasi -0,52 persen. Deflasi Kaltim terjadi karena dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok transportasi dan komunikasi yang mengalami deflasi sebesar -1,24 persen serta kelompok bahan makanan deflasi sebesar -0,37 persen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim, Kuncoro Dwitjahcono, di Samarinda, Senin (2/9).

Ditambahkannya, dengan deflasi sebesar 0,19 persen, inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) sebesar 1,69 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 1,74 persen. Pada kota Samarinda, inflasi tahun kalender sebesar 1,62 persen dan tahunan sebesar 2,03 persen. Sedangkan kota Balikpapan inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,78 persen dan inflasi tahunan sebesar 1,35 persen.

Kelompok pengeluaran yang turut mempengaruhi indeks harga konsumen di Samarinda yaitu cabai rawit, ikan layang, jagung manis, rokok kretek dan filter serta cabe besar. Di Balikpapan yang turut naik yaitu cabai kacang panjang, air kemasan, emas dan perhiasan, serta ikan selar/tude.

Namun kelompok pengeluaran yang menahan laju inflasi di Samarinda yaitu bawang merah, angkutan udara, minyak goreng, ikan gabus dan wortel. Sedangkan di Balikpapan sejumlah barang yang mengalami penurunan yaitu tarif angkutan udara, kangkung, tomat dan bayam.

“Boleh dibilang jika inflasi di Kaltim yang merupakan gabungan dua kota Samarinda dan Balikpapan cukup stabil. Begitupun dengan inflasi tahun kalender dan inflasi tahunan yang relatif lebih stabil jika dibandingkan dengan inflasi pada bulan Agustus tahun 2018 yang tercatat sebesar 3,87 persen,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here