BPK RI Perwakilan KAltim menggelar temu dengan wartawan untuk saling memahami cara kerja masing-masing dalam penyebaran informsi yang dapat diketahui oleh masyarakat luas

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur (BPK RI Kaltim), menggelar diskusi bersama sejumlah wartawan di Samarinda tentang evaluasi hasil kinerja BPK dalam melakukan pemeriksaan terhadap keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Plt Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim, Agung Hartono mengatakan, bahwa kegiatan ini untuk bisa menjalin komunikasi yang lebih baik dekat dengan awak media. Selain itu juga sebagai bentuk keterbukaan BPK RI Kaltim dalam memberikan keterangan dan penjelasan sejauh mana hasil kerja mereka dalam memeriksa keuangan negara di Kaltim.

“Kegiatan ini merupakan agenda yang kami gagas untuk bisa lebih dekat dengan awak media, sehingga segala bentuk pemberitaan bisa berimbang, selain itu juga membuktikan bahwa kami terbuka soal data kepada awak media,” ujar Agung di ruang pertemuan BPK RI Kaltim, Senin (8/7).

Dalam paparannya, Agung juga menekankan pentingnya informasi yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan, sehingga data yang ada tidak disalahgunakan, dan bisa membantu BPK dalam melakukan kontrol terhadap informasi yang telah diberikan.

“Kami bersama awak media itu tidak bisa lepas, karena pengungkapan penyalahgunaan keuangan juga terkadang kami mendapat info dari kawan-kawan media. Sehingga hubungan ini kami harap bisa terus berkepanjangan,” ungkap Agung.

BPK RI juga membeberkan sejumlah permasalahan yang ada, BPK juga mengklaim selama ini BPK bukan menutup diri akan data-data yang diminta, hanya saja peruntukan data tersebut harus jelas, sehingga tidak disalahgunakan dan bisa dipakai untuk bahan berita bagi awak media.

“Kami hanya memeriksa penggunaan anggaran daerah dan kemana belanjanya dalam hal ini penggunaan APBD dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Jadi semua yang menggunakan dana APBD wajib kami periksa. Sementara itu ada informasi yang dapat dibuka ke media dan ada juga informasi yang memang tertutup untuk disebarkan. Aya harap kita saling ada pengertian,” ujarnya.

Sementara itu, dalam acara ini diga dihadirkan dua pembicara lainnya yaitu Intoniswan dari PWI Kaltim yang menjelaskan bagaimana peran dan fungsi pers. Sedangkan pembicara lainnya yaitu Asri dari RRi Samarinda lebih berbagi pengalaman bagaimana bisa menjalin hubungan dengan BPK RI Kaltim yang menurut Asti awalnya “ngeri-ngeri sedap”.

“Awal saya ke BPK RI Kaltim kan tempat ini sangat tertutup, apalagi dengan wartawan. Waktu saya ingin ketemu dengan kepala BPK Kaltim saya harus melewati beberapa prosedur administrasi. Bahkan saya sempat ditanya tentang fungsi BPK,” ujar Asti mengenang dan disambut tawa semua yang hadir di ruangan.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here