Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memastikan pemindahan ibu kota ke Kalimantan dalam pidato kenegaraan menyambut HUT RI Ke074 bersama DPR dan DPD RI pekan lalu (16/8). Meski demikian, dimana lokasi persis ibu kota diletakkan belum diungkap ke publik.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro dalam sebuah diskusi di kantor Bappenas menyampaikan sedikit bocoran lokasi ibu kota baru. Dia menyampaikan lokasinya bertempat di wilayah yang mampu menjangkau semua pulau di Indonesia dalam waktu singkat.

“Ibu kota kalau bisa jaraknya tidak terlalu ekstrem dengan berbagai sudut negara. Kalau kita di Jakarta ditugaskan ke Papua, kita terbang lima jam itu lumayan lama, kita cari lokasi tengah,” katanya, Selasa (20/8).

Bambang lalu menunjuk sebuah lokasi dalam peta yang ditampilkan di layar presentasi. Dia mengarahkan pointer ke sebuah wilayah yang terletak antara Pulau Kalimantan dan Sulawesi. “Nah lokasi tengah-tangah kira-kira jatuhnya di sini,” kata Bambang.

Peserta diskusi yang mayoritas milenial itu pun sedikit bingung, karena yang ditunjuk Bambang adalah wilayah perairan. “Di air memang, Selat Makassar. Itu terletak antara dua pulau, yaitu Kalimantan dan Sulawesi,” imbuh Bambang sambil bercanda.

Moderator lalu memindahkan slide ke tampilan peta rawan bencana. Bambang kembali menjelaskan, berdasar peta itu, hampir seluruh pulau di Indonesia termasuk daerah rawan gempa tektonik maupun gempa vulkaink dan tsunami.
“Pulau Jawa banyak merah, Sumatera bagian barat juga. Sulawesi juga ada, Maluku, Papua, semua merah yang hijau di Kalimantan sama sedikit di Sulawesi,” katanya.

Akhirnya, setelah melalui proses kajian, pemerintah menetapkan lokasi di Kalimantan. Pertimbangan pemerintah karena potensi bencana akibat gempa dan tsunami sangat kecil.

“Yang ada memang bencana asap kebakaran hutan, banjir, tapi itu pun tidak seluruh Kalimantan, beberapa area yang mengandung lahan gambut, itu yang berisiko terhadap kebakaran hutan,” jelasnya.

Kalau melihat dari bocoran ini, maka Kaltim memiliki peluang besar, dimana di Kaltim tidak ada lahan gambut yang mudah terbakar. Apalagi saat musim kemarau tahun ini, dimana banyak provinsi kemarau dan kebakaran hutan, justru di Kaltim saat ini sedang hujan dan tidak ada kabut asap oleh pembakaran hutan.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here