Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim) memperingatkan warga Kaltim akan bahaya narkoba jenis baru yang saat telah masuk ke Indonesia.

Oleh : Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Samarinda — Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim) memaparkan beberapa kasus-kasus besar dan memperingatkan warga Kaltim akan bahaya narkoba jenis baru yang saat ini terus diawasi peredarannya.

Hal ini dikatakan Kepala BNNP Kaltim Brigadir Jenderal Polisi Raja Hariyono, saat peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, di Samarinda pada Rabu (26/6).

“Dari hasil temuan kami ada sembilan jenis narkoba jenis baru yang patut kita waspadai. Narkoba ini belum ada status hukumnya sehingga masih terus kita awasi,” ucapnya.

Meski sudah beredar, menurut pantauan dan penyelidikan yang dilakukan BNNP Kaltim, kesembilan narkoba tersebut memang belum terpantau diedarkan di Kaltim. Sehingga langkah-langkah pencegahan terus dilakukan, agar penggunaannya tidak menyebar luas.

“Yah pihak kami juga mencegah narkoba ini untuk bisa masuk di Kaltim, jangan sampai ini masuk dan beredar karena akan membawa dampak yang buruk,” ujar Raja.

Di Indonesia, sebanyak 65 jenis narkoba jenis baru dalam daftar Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan(United Nation Office on Drug and Crime/UNODC) telah diatur dalam peraturan Kementerian Kesehatan RI.

Namun, terdapat sembilan jenis narkoba lainnya yang masih belum diatur dalam peraturan Kementerian Kesehatan.
BNN telah mengantongi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2017 sebesar 1,77 persen atau 3.7346.115 orang. Sedangkan di kalangan pelajar pada 2018 dari 13 propinsi, mencapai angka 3,2 persen atau setara 2,29 juta orang.

Raja mengharapkan perang terhadap penyalahgunaan narkoba tidak berjalan setengah-setengah dan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen bangsa, baik instansi pemerintah maupun masyarakat.

Kegiatan ini pun juga mensosialisasikan kepada seluruh peserta untuk bersama-sama memerangi narkoba yang saat ini gencar terus masuk ke Kaltim, dihadiri seluruh stakeholders yang ada, mulai dari kepolisian, Aparatur Sipil Negara dan juga TNI dilingkup Pangdam IV Mulawarman. (RZQ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here