BNNp Kaltim berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis shabu dengan berat lebih 1,5 Kg/brutto, dalam dua penangkapan berbeda.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Peredaran narkotika jenis shabu-shabu seberat lebih dari 1,5 kilogram berhasil digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim) dan mengamankan seorang kurir berinisial AM yang bertugas mengambil barang haram ini pada Kamis, 22/8/2019 sekitar pukul 20.30 wita.

Dari pengakuan AM, dirinya dijanjikan mendapatkan upah sebesar Rp5 juta apabila shabu ini berhasil ia serahkan kepada pemiliknya. Hingga kini BNNP Kaltim masih terus melakukan pendalaman siapa yang menyuruhnya dan dari mana asal shabu tersebut.

“AM ini hanya disuruh untuk mengambil barang tersebut di SPBU Kelurahan Tanah Merah yang kurang dalam penerangan. Recananya shabu ini akan diedarkan di Kota Samarinda. Kita masih terus kembangkan kasus ini karena menurut pengakuan AM barang dikirim dari Provinsi Kalimantan Utara, jadi kemungkinan berasal dari Malaysia,” ujar kepala BNNP Kaltim Brigjen Polisi Raja Haryono, Senin, (26.8).

Didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP Halomoan Tampubolon, dijelaskan jika shabu seberat 1,5 kg ini tersimpan dalam beberapa bungkus kopi saset dan satu bungkus makanan ringan. Setelah ditangkap petugas, barulah diketahui bahwa kopi dan makanan ringan ini hanyalah untuk kamuflase agar tidak terlalu mencolok bahwa barang yang diambil adalah shabu-shabu.

Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono didampingi Kabid Pemberantasan AKBP Halomoan Tampubolon saat rilis pengungkapan peredaran shabu seberat lebih dari 1,5 Kg di Samarinda.
“Jadi dibungkus dalam 16 paket kecil dan dimasukkan dalam kemasan makanan ringan dengan berat 804,38 gram/brutto serta 14 paket lainnya dibungkus dengan saset kopi instan dengan berat 705,57 gram/brutto. Ini hanya untuk mengelabui saja kalau isinya sebenarnya adalah narkotika jenis shabu-shabu,” jelas Raja Haryono.

Kesuksesan dalam menggulung sindikat narkotika ini BNNP Kaltim juga didukung oleh BNNK Samarinda dan informasi masyarakat. Sebelumnya, sekitar pukul 15.45 Wita, pada hari yang sama, petugas sudah berhasil menangkap dua orang bandar narkotika jenis shabu-shabu bernama Faisal Azhar alias Ipay dan seorang temannya bernama Budiono alias Budi, yang kedapatan sedang membungkus paket-paket kecil shabu yang siap untuk diedarkan.

AKBP Halomoan Tampubolon menjelaskan dari tangan Ipay dan Budi berhasil diamankan sembilan paket narkotika jenis shabu dengan berat 0,81 gram/brutto, satu unit sepeda motor, dua unit telepon seluler , satu sendok takar,plastik pembungkus, kertas berisi catatan transaksi dan uang tunai sebanyak Rp1.400.000,-

Di dalam rumah tempat mereka beraktivitas, telah dipasangi CCTV dan pintu depan yang dilapisi oleh teralis besi sehingga menghalangi polisi saat melakukan penangkapan. Namun petugas berhasil mendobrak pintu belakang dan menangkap pelakunya.

“Karena petugas terhalang masuk, tersangka Ipay membuang paket shabunya ke lubang closet. Karena anggota kita telah melihat tersangka membuang barang bukti, terpaksa kita bongkar wc dan septic tanknya,” ujar Tampu.

Tersangka Ipay dan Budi diancam dengan Pasal 114 (2); Pasal 112 (2), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun sampai dengan 20 tahun
Untuk tersangka AM dengan barang bukti shabu seberat 1,5 Kg diancam dengan hukuman minimal 5 tahun penjara sampai seumur hidup dan maksimal hukuman mati.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here