Tersangka pemilik narkotika jenis shabu, Arnold, memasukkan barang bukti shabu untuk dimusnahkan denagn cara dilarutkan dalam air.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis shabu-shabu dengan total berat 17,78 gram/brutto, milik tiga orang tersangka yaitu Ipin, Arnold serta Yusuf alias Bendol.

Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNNP Kaltim, AKBP Halomoan Tampubolon menjelaskan barang bukti yang dimusnahkan sudah melalui uji laboratorium, uji lab kesehatan dan memiliki keputusan tetap.

“Barang bukti yang kita amankan segera kita musnahkan untuk menghindari resiko hilang atau hal-hal lain yang tidak kita inginkan. Untuk itu kita undang pihak kejaksaan, kesehatan dan perwakilan polda Kaltim untuk menyaksikannya,” ujarnya di Kantor BNNP Kaltim Jalan Rapak Indah Samarinda, Rabu siang (28/8).

Pihak Kejaksaan kaltim diwakili oleh Syaiful Adenan dan pihak kepolisian diwakili oleh Kabag Ren Polres Samarinda, Komisaris Polisi Darsono.

Suasana pemusnahan barang bukti narkotika dari tiga orang tersangka yang diungkap oleh BNN Provinsi Kaltim,.
Pemusnahan yang dilakukan BNNP Kaltim ini juga disaksikan langsung oleh ketiga tersangka yaitu ,,,. Bahkan barang bukti shabu-shabu tiap orang pemilik langsung dimusnahkan dengan cara dilarutkan dalam mesin blender bercampur air dan hasil pencampurannya dibuang ke kloset kamar mandi dengan disaksikan oleh para tersangka Ipin, Arnold serta Yusuf alias Bendol.

Ketiga tersangka memang bukan bandar besar, melainkan para kurir yang disuruh untuk mengambil dan mengantarkan barang pesanan seseorang. Ada juga tersangka yang mengambil barang dan berupaya untuk menjualnya. Jadi para tersangka bukan bandar yang memesan langsung kepada pemilik barang.

Tampubolon menjelaskan jika pemusnahan kali ini merupakan satu jaringan aksi dan beberapa orang diantaranya adalah residivis. Artinya mereka pernah berurusan dengan narkotika dan telah pernah menjalani penjara karena narkoba.
“Namun mereka tidak jera. Untuk itu kami juga akan mempertimbangkan untuk memasukkan pasal berlapis atau pasal berlapis bagi para tersangka sehingga hukumannya lebih berat dan memberi efek jera,” tegasnya.

Ketiga tersangka kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu ini diancam dengan Pasal 114 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman di atas 20 tahun penjara.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here