Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan pengiriman narkotika dari Tawau, Malaysia, ke Samarinda, Kalimantan Timur. Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari menuturkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang didapat pihaknya dari masyarakat.

Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Jalur lintas perbatasan Kalimantan Utara dan Kota Tawau Malaysia, terus menjadi jalur favorit penyelundup narkotikan internasional dari Malaysia, Kalimantan Utara dan kota-kota lainnya di Kalimantan Timur.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan pengiriman narkotika dari Tawau, Malaysia, ke Samarinda, Kalimantan Timur. Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari menuturkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang didapat pihaknya dari masyarakat.

“Bahwa akan ada pengiriman narkoba dari Tawau tujuan Samarinda melalui jalur laut rute Tawau -Sebatik, Tarakan, dan Tanjung Selor,” kata Arman di Jakarta, Ahad (21/7).

Atas informasi tersebut, tim BNN dan BC Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melakukan penyelidikan bersama. Kedua tim melakukan pengawasan di lintas darat Tarakan, jalur laut, dan Perbatasan Tanjung Selor.

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa pada Sabtu (20/7/2019) dini hari kemarin, telah terjadi pengakutan dan serah terima narkoba dari kapal ke kapal (ship to ship). Lokasi transaksi yakni di tengah laut perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Kapal penerima langsung menuju Tanjung Selor. Petugas BNN di Tanjung Selor melakukan survilance (pengintaian) dan serta pendalaman info sehingga diketahui barang sudah sempat dipindahkan dari kapal ke mobil (Toyota) Innova putih,” kata Arman.

Tim akhirnya mengejar mobil tersebut dibantu Satlantas Polres Tanjung Selor. Akhirnya, mobil tersebut bisa dihentikan, namun salah seorang penumpang melarikan diri.

BBN mengamankan seorang bernama Achmad Fatthoni, warga Samarinda. Bersama Fatthoni, diamankan pula barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak dua tas. Masing-masing tas berisi 19 kantong plastik sabtu dengan total 38 kantong, atau 38 kilogram.

Kejadian ini sudah menjadi kejadian yang ke riga dalam beberapa bulan terakhir dengan tangkapan polisi dengan barang bukti yang besar, selalu diatas 1 kg.

“Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diamankan sementara di Polres Tanjung Selor dan akan dikembangkan lebih lanjut untuk mengejar pelaku yang berhasil melarikan diri,” kata dia. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here