Kaltim telah membangun 14 menara telekomunikasi sejak tahun 2012. Tahun 2019 direncanakan akan membangun dua unit tower baru sebagai pemerataan pembangunan telekomunikasi. (foto:dok)

“Pemerataan akses komunikasi suara dan data di Kaltim masih terkendala luasnya wilayah dan kondisi geografis yang belum terhubung satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Diakui, Provinsi Kaltim masih ada blank spot sebesar 33 persen dari lua wilayah”


Samarinda, Poskaltim.com –
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berkomuitmen untuk meningkatkan aksesbilitas komunikasi bagi warganya, baik akses telepon suara maupun data.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Diddy Rusdiansyah mengatakan dengan luas daratan seluas 127.267 kilometer persegi, hanya sebagian besar saja yang dapat menikmati jaringan telepon suara dan data yang berkecepatan tinggi (4 G), sedangkan sebagian lagi sisanya masih menikmati jaringan data 2G, 3 G bahkan tidak dapat mengakses komunikasi samasekali.

“Masih ada sekitar 33 persen wilayah Kaltim yang blank spot. Pada 2019 ini kami masih menyiapkan dua titik di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Berau yang dalam tahap feasibility studies (FS),” ujar Diddy Rusdiansyah yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/2/2019).

Lanjutnya, untuk pembangunan dua titik menara telekomunikasi ini pihak Diskominfo Kaltim bekerjasama dengan pusat, untuk sharing pendanaan. Tidak itu saja, kegiatan ini juga biasanya akan melibatkan kabupaten untuk penyediaan lahan dan pasokan listrik dan pemeliharaan, saat menara tersebut beroperasi.

Dijelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Kaltim telah membangun 14 menara telekomuniasi yang berasal dari dana APBD dan bantuan dana dari pusat melalui Kemenkominfo.

Spot-spot yang dibangun oleh pemerintah daerah ini biasanya di daerah yang terpencil dan pedalaman yang menurut hitungan operator seluler, sangat tidak ekonomis dari jumlah penduduk yang menggunakannya.

Pembangunan menara telekomunikasi di Kaltim dimulai sejak tahun 2012 saat Gubernur Awang Faroek Ishak yang menjabat selama dua periode (2008-2013 dan 2013-2018) sebanyak unit di Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, yang berbatasan langsung dengan negeri Serawak, Malaysia Timur.

Satu unit dibangun di Kampug Long Layu, satu unit lainnya dibangun di Kampung Long Ampung Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Malinau yang saat iitu masih masuk dalam wilayah Provinsi Kaltim (kini masuk dalam administrasi Provinsi Kalimantan Utara, sebagai Daerah Otonomi Baru sejak tahun 2013).

Tahun 2014, dibangun kembali tiga unit masing-masing di Kabupaten Paser, Kutai Timur dan Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Uu.

Di tahun 2015, Pemprov Kaltim melalaui Diskominfo membangun kembali satu unit di Kapung Merassa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau dengan pola swakelola dengan Pemkab setempat.

Tahun 2016, dibangun lagi tiga unit, yakni dua di Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di Desa Long Poq, Kecamatan Muara Ancalong dan di Desa Mekar Baru, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur.

“Menara telekomunikasi yang dibangun ini semuanya telah beroperasi dengan baik. Untuk tahun 2019, kita masih melakukan kajian. Semoga dapat terealisasi dua unit lagi. Walau belum dapat menutup semua blank spot, tetapi setidaknya kita telah berupaya setiap tahunnya untuk memberikan pemerataan akses telekomunikasi, khususnya bagi masyarakat pedalaman dan daerah terpencil,” ujar Diddy.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here