Petugas keamanan tidak dapat berbuat banyak setelah sekelompok warga membakar perumahan yang berada di tepi pelabuhan Penyeberangan Penajam-Balikpapan, Rabu sore (16/10/2019).Foto:ist

Oleh: Azhar / Yuliawan A

Poskaltim.com, Penajam – Sedikitnya terdata 158 unit rumah, sekolah Madrasah Ibtidaiyah, dan satu loket pembelian tiket di pelabuhan terbakar. Sebanyak 10 kios di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi rusak.

Keamanan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terganggu dengan kerusuhan massa disertai pembakaran rumah warga pada Rabu (16/10). Keamanan di wilayah ini menjadi sensitif karena sudah ditetapkan menjadi calon ibu kota negara.

Badan Intelijen Negara (BIN) turun lokasi untuk konsolidasi dengan sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Semua pihak berharap unjuk rasa yang berujung rusuh di Pelabuhan Penyeberangan Penajam itu tidak terulang.

“Kami bersilaturahmi dengan masyarakat Penajam dan Paser untuk memastikan situasi kondusif, aman dan damai setelah unjuk rasa yang berakhir rusuh dengan adanya pembakaran,” kata Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik BIN, Mayjen TNI Andi Sumangerukka di Penajam, Jumat (18/10).

BIN turun langsung melakukan konsolidasi dan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser. Andi berharap agar situasi yang saat ini telah terkendali setelah unjuk rasa tetap kondusif dan tidak berkembang serta meluas.

“Unjuk rasa yang berujung rusuh di Pelabuhan Penyeberangan Penajam itu tidak pengaruhi pemindahan ibu kota negara ke Kabupaten Penajam Paser Utara,” tegasnya.

Meski begitu, Andi Sumangerukka mengatakan kejadian itu tidak berdampak atau mengganggu proses pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta. Presiden Joko Widodo akan memindahkan ibu kota negara ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Kami tidak melihat ada indikasi kejadian di Pelabuhan Penyeberangan Penajam itu adalah bentuk gejolak dari penetapan lokasi ibu kota negara baru di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” ucapnya.

Aksi sekelompok orang di Pelabuhan Penyeberangan Penajam menuntut denda adat kepada pelaku penikaman dalam perkelahian kelompok pemuda yang berujung rusuh dengan adanya pembakaran tersebut terjadi Rabu (16/10).

Pemerintah pusat, menurut Andi, memerintahkan BIN secara khusus untuk membantu pemerintah kabupaten, Polda Kaltim dan Kodam VI/Mulawarman, serta aparat setempat mengantisipasi permasalahan agar tidak meluas. (Aza/ YAN INi Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here