Oleh: Andryanto S / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — Bank menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen dari sebelumnya 5,75 persen. Kemudian, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen.

Kebijakan penurunan bunga acuan BI ini di luar prediksi sejumlah bankir. Sebelumnya, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Vera Eve Lim menilai BI tidak kembali menurunkan suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate” pada Agustus 2019, meskipun arah kebijakan moneter Bank Sentral kini berorientasi akomodatif kepada pertumbuhan ekonomi.

“Saya melihat ‘stay’ (tetap) ya, karena kita lihat stabilitas, misalnya dari nilai tukar rupiah cukup stabil ya,” ujar Vera Eve Lim di sela seminar yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Nusa Dua, Bali, Rabu.
Pada Juli 2019, BI memangkas suku bunga acuannya menjadi 5,75 persen dan melontarkan sinyalemen untuk berlanjutnya pelonggaran suku bunga acuan di sisa tahun.

BI pada Juli 2019 memangkas suku bunga acuannya setelah delapan bulan berturut-turut mempertahankan kebijakan netral dengan suku bunga acuan enam persen. Pelonggaran kebijakan suku bunga acuan itu dimulai dengan pelonggaran likuiditas melalui penurunan Giro Wajib Minimum Rupiah sebesar 0,5 persen menjadi enam persen.

Pelonggaran kebijakan moneter dilakukan setelah BI melihat sinyalemen rezim kebijakan moneter longgar oleh sejumlah negara untuk mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Dari domestik, Bank Sentral menganggap laju inflasi yang semakin terkendali semakin mendukung langkah BI untuk memulai penurunan suku bunga acuan tahun ini.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik pada 2019 dapat berada di kisaran 5,0-5,4 persen. Pelonggaran likuiditas dan suku bunga diharapkan BI dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi dan mendorong pertumbuhan kredit perbankan ke 12 persen (year on year/yoy).

Dengan penurunan suku bunga 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps, diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here