Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Tutuk SH Cahyono (batik merah) mendampingi Asisten Deputi Gubernur Bidang V, Rosmaya Hadi dan Wakil Wali Kota Samarinda Muhammad Barkati (tengah kanan)

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Pemerintah Kota Samarinda melakukan inisiasi terjadinya gejolak inflasi pada beberapa komoditas pangan di masyarakat. Apalagi di Kaltim, banyak komoditas pangan yang masih didatangkan dari luar daerah, yang sangat tergantung dengan transportasi dan musim.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Tutuk SH Cahyono mengungkapkan inisiatif untuk Grand Launching Aksi Nyata Bersama Kurangi Inflasi (SINERGI), sebagai upaya mengajak masyarakat turut serta dalam pengendalian inflasi di daerah.

“Gerakan ini diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk dapat meningkatkan kecukupan pangan, tidak hanya cabai. Selain itu juga untuk meningkatkan daya beli masyarakat penanam cabai sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat akan pasokan bahan makanan dari luar Samarinda,” ujarnya, saat peluncuran program, Selasa 98/10).

Bertempat dii Kantor Kelurahan Sungai Siring, acara Grand Launching Aksi Nyata Bersama Kurangi Inflasi (SINERGI), ini mengambil tema “Gerakan Menanam Cabai Kota Samarinda”, yang dihadiri oleh Asisten Deputi Gubernur Bidang V, Rosmaya Hadi dan Wakil Walikota Samarinda, Muhammad Barkati.

Dijelaskan Tutuk, Kota Samarinda belum mampu mencukupi kebutuhan komoditas pangannya sendiri, termasuk cabai. Namun berkat soliditas Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) dalam mengamankan pasokan dan distribusi cabai, inflasi di Samarinda dapat terjaga rendah dan stabil.

“Inflasi kota Samarinda sampai September 2019 ini baru mencapai 1,56% (yoy) dan 1,14 (ytd), dibawah dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 3,35% (yoy) dan 2,9% (ytd),” ujarnya.

Tutuk menegaskan kalau suatu daerah terlalu menggantungkan pasokan dari daerah lain tentu memiliki risiko yang tidak kecil. Disamping harus adanya penguatan pasokan, distribusi dan struktur pasar yang kompetitif, produksi di daerah sendiri juga harus dikuatkan.

“Dengan demikian, jika terjadi gejolak di luar daerah atau distorsi di sisi distribusi dan strutur pasarnya, maka setidaknya masih bisa dimitigasi oleh pasokan dari masyarakat Samarinda dan sekitarnya,” ucapnya.

Dalam acara Grand Launching Aksi Nyata Bersama Kurangi Inflasi (SINERGI) ini turut dibagikan ratusan bibit cabai kepada 40 anggota kelompok Kampung KB (Keluarga Berencana) se-Kota Samarinda.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here