Seorang ibu paruh baya berusia 55 th harus meregang nyawa usai terlindas bus rombongan yang akam membawa mereka ke acara Haul Guru Sekumpul di Kalsel.(Foto:Istimewa)

Oleh: Yuliawan Andrianto

Indonesiainside.id, Samarinda — Musibah kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pengguna jalan terjadi di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Sempaja, antara sepeda motor roda dua dan bus pariwisata.

Khairiyah (55) menjadi korban kecelakaan saat berniat mengejar bus yang akan membawanya menuju Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk mengikuti acara haul akbar ulama besar Sekumpul, Kalsel, pada Jumat (28/2).

Rombongan yang akan berangkat menempuh perjalanan lebih dari 500 Km ini rencananya membawa ratusan jamaah dari berbagai perkumpulan masjid di Samarinda dengan menggunakan 11 bus pariwisata ukuran 45 penumpang.

Kronologi kejadian yang berhasil dikumpulkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Awalnya titik kumpul peserta berada di Taman Samarendah, sekitar 2 Km dari rumah korban yang berada di Jalan Siti Aisyah, Kelurahan Teluk Lerong.

Namun terjadi perubahan titik kumpul yang bergeser ke rumah jabatan wakil wali kota Samarinda, Muhammad Barkati di Jalan Mohammad Yamin, sekitar 5 Km dari titik kumpul awal.

Karena titik kumpul yang berpindah, korban menjadi tergesa-gesa dengan menumpang layanan ojek daring (odar) Grab. Uniknya, korban dan odar ini justru terlewat dari titik kumpul yang semestinya di Jalan Mohamad Yamin, terlewat hingga beberapa kilometer ke Jalan Wahab Hasyim, tepat di depan GOR Madya Sempaja.

Saat hendak berbelok inilah, korban bersama driver odar memutar arah. Bersamaan dengan itu, salah satu bus yang rencananya menjadi pengangkut para jamaah, turut memutar dan menyenggol kendaraan ojek daring ini.

Korban meninggal dunia di tempat kejadian dengan tangan kanan patah dan wajah hingga tengkorak kepala pecah. Sementara driver Grab bernama Ngariman (60), selamat dan hanya mengalami luka lecet di bagian kening.

Ngariman menjelaskan, jika korban sempat panic dan meminta dirinya untuk cepat menuju titik kumpul di rumah jabatan wakil wali kota karena menurut pengakuan korban, bus yang membawa rombongannya akan segera berangkat.

“Cepat pak, cepat, saya sudah terlambat,” ucap Ngariman yang masih syok menirukan ucapan korban.

Mendengar kejadian ini, Wakil Wali Kota Samarida, Muhammad Barkati sempat terkejut, karena puluhan bus yang akan berangkat ini sedianya dilepas olehnya. Barkati menegaskan kegiatan ini bukanlah kegiatan dari Pemkot Samarinda, melainkan kegiatan pribadi karena banyaknya permintaan warga kepadanya untuk melepas rombongan.

“Saya memang tidak menganjurkan para jamaah untuk naik sepeda motor atau membawa kendaraan pribadi. Selain berisiko kecelakaan, juga dapat membuat macet sepanjang perjalanan. Makanya saya sarankan untuk dikoordinir naik bus saja agar lebih aman,” ucapnya di ruang jenazah Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie Samarinda, Rabu siang (26/2).

Ia meminta keluarga korban untuk mengikhlaskan kepergian almarhumah. Apalagi niat dan tujuan kepergian korban adalah untuk suatu tujuan kebaikan.

“Kita akan bantu urus semua keperluan rumah sakit dan pemakaman. Kepada keluarga yang ditinggalkan untuk dapat tabah, sabar dan mengikhlaskan kepergian korban yang Insya Allah akan mendapatkan ganjaran yang lebih baik,” ucap Barkati.(https://indonesiainside.id/news/2020/02/26/berniat-ikuti-haul-akbar-ulama-besar-seorang-ibu-tewas-terlindas-bus-rombongan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here