Oleh: Annisa Fadhilah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Platfrom media sosial yang banyak menyebarkan hoaks adalah twitter. Beberapa hoaks tersebut berasal dari 20 negara, ada yang dari benua Eropa dan ada yang dari benua Asia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara, mengatakan banyak hoaks dari luar negeri yang ditulis dalam Bahasa Indonesia untuk memanaskan kondisi Papua.

“Kita menemukan banyak postingan hoaks tentang Papua yang dituliskan dalam bahasa Indonesia tetapi asal tulisan tersebut bukan dari negara Indonesia,” ujar Rudiantara di Jakarta, Kamis (5/9).

Rudi juga menambahkan ada 129 kanal yang menyebarkan hoaks tentang Papua, ada yang dari twitter dan youtube. “Kita juga menemukan ada 20 negara yang terdeteksi menyebarkan hoaks,” ujar Rudi.

Rudiantara juga menyampaikan bahwa pesebaran hoaks pada media sosial di Twitter ada 589.607 postingan, di Facebook ada 1.494 postingan, di Instagram 440 postingan serta di Youtube ada 378 postingan dalam bentuk video. Kalau dipecahkan secara isi isu berjumlah 22 hoaks dan 44 provokasi atau hasutan.

Secara bertahap pihak kominfo membuka koneksi internet pada 19 kabupaten di Provinsi Papua dan 10 kabupaten di Provinsi Papua Barat, dilihat dari wilayah tersebut apakah kadar ketegangannya masih tinggi atau tidak sesuai rekomendasi TNI, Polri maupun BIN. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here