Foto: Ilustrasi berpura-pura meninggal dunia, namun hidup lagi dengan motif ingin terkenal.

Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Sampang – Lelucon yang dilakukan oleh seorang lelaki di Sampang, Madura ini sungguh keterlaluan. Pria bernama Robi Anjal (38) ini ingin terkenal dengan jalan pintas. Dia berpura-puta telah meninggal dunia lalu hidup kembali saat akan dimakamkan.

Aparat kepolisian dan TNI yang ikut menyaksikan cerita rekaan itu curiga. Begitu ia bangkit setelah pura-pura mati, pelaku dan istrinya langsung diinterogasi. Kecurigaan polisi benar. Pasangan suami istri ini merekayasa cerita agar terkenal.

Menurut kabar yang berkembang di masyarakat, Robi meninggal dalam perjalanan dari Jawa Barat menuju Demak. Pihak keluarga sengaja membawa jasad Robi ke Pondok Karongan Sampang. Ceritanya, pelaku sebelumnya pernah berwasiat agar dimakamkan di sekitar Pondok Pesantren Karongan, Sampang, Madura. Di sekitar pondok ada makam keluarga pengasuh pesantren.

Jenazah Robi diantar menggunakan sebuah mobil ambulans dari salah satu klinik di Malang, Jawa Timur. Namun, sesampainya di Pondok Pesantren Karongan, jasadnya tiba-tiba bergerak, memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia masih hidup.

Jasad Robi yang pura-pura mati langsung kejang dan berteriak. Tubuhnya jatuh dari atas ranjang ambulans dan Robi langsung bangun. Secara fisik, dia terlihat sehat dan tidak pucat.

Keanehan itu, membuat aparat keamanan dari TNI dan Polri yang kala itu berada di lokasi kejadian curiga, sehingga petugas memeriksa telepon seluler istrinya. Ternyata, dalam dokumen gambar telepon itu ditemukan bahwa Robi sempat berfoto dengan istrinya saat di Malang.

Yang bersangkutan langsung diamankan di Mapolres Sampang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Peristiwa ini terjadi di Pondok Pesantren Karongan, Desa Tanggumong, Sampang, Jawa Timur, Jumat (26/7) malam.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Subiantana di Sampang mengatakan, penyelidikan itu dilakukan karena petugas mencurigai indikasi kebohongan. “Yang kami selidiki juga kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini, selain kebohongan,” kata Subianta, menjelaskan.

Hasil penyelidikan polisi, pria asal Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat itu, memang berpura-pura mati agar bias terkenal.

“Suami istri ini sama. Jadi, nama lengkapnya itu, Robi Anjal alias Herli Robiyanto bin Sutrisno Kromo dan istrinya bernama Sayati alias Hindun,” kata Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Subiantana.

Kedua pasangan suami istri akhirnya menyesali perbuatannya. Dengan diantar petugas Polres Sampang, Senin (29/7), keduanya mendatangi pengasuh pondok pesantren. Mereka minta maaf ke KH Fauroq Alawi LC dan KH Mawardi, serta KH Juwini Alawi.

Robi dan istrinya Hindun juga membuat pernyataan tertulis di atas kertas bermaterai, bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here