Beberapa kue kering yang diproduksi Evi, antra lain kue kering Rambutan, Palm Cookies, Doggie Cookies, Chocolate Walnut, Chocolate Stick cookies, kue kering Bawang, Kastangel, Putri Salju dan tidak lupa kue kering rasa nastar

Oleh : Mashardiansyah

Poskaltim.com, Samarinda — Hari Raya Idul Fitri tidak lengkap jika tidak ada kue-kue kering penghias meja ruang tamu atau ruang makan. Kue kering aneka rasa dan bentuk ini hanya bermunculan setahun sekali setiap ada perayaan hari besar Lebaran saja.

Seorang yang memproduksi kue kering lebaran bernama Evi, menjadi salah satu pembuat sekaligus penjual kue kering yang hanya sibuk disaat menyongsong lebaran.

Di rumah yang menjadi tempat produksinya yang beralamat di Jalan Gerliya Gang Mandiri Samarinda, mengatakan bahwa dirinya ditahun ini kebanjiran orederan kue-kue mulai dari keluarga, kerabat bahkan dari orang tak dikenal yang di jajakan hanya melalui media sosial (medsos).

Menjual kue menjelang lebaran ini ternyata berawal dari hobinya yang kerap membuat kue, hanya buat cemilan di rumah saja. Namun, karena rasa dan bentuknya yang layak untuk di jual, sehingga Evi banyak mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman dekat yang memyarankan untuk memproduksi kue dalam jumlah besar, agar dapat dijual ke warga lainnya.

“Ya, Alhamdulillah, awalnya cuma iseng aja, bikin dikit-dikit buat cemilan dirumah. Ada keluarga dan teman yang datang usai mencicipi, langsung pesan minta buatkan juga,” jelas Evi mengenang.

Berawal dari keluarga dan kerabat akhirnya sampai ke orang lain. Apalagi Evi juga menjualnya melalui medsos. Kian hari kian terkenal saja kue yang diproduksi Evi ini di masyarakat, terutama warga di sekitar rumahnya.

Beberapa kue kering yang diproduksi cukup beragam antra lain kue kering Rambutan, Palm Cookies, Doggie Cookies, Chocolate Walnut, Chocolate Stick cookies, kue kering Bawang, Kastangel, Putri Salju dan tidak lupa kue kering rasa nastar yang tidak boleh absen di setiap lebaran tiba.

Untuk harga, Evi pun tidak memasang harga terlalu tinggi, yakni kisaran Rp35.000 hingga Rp50.000 per toplesnya. Semua pesanan yang ia terima dia kerjakan setelah pulang kerja, karena dirinya sehari-hari sebagai kasir.
“Kadang kerjakannya sebelum kerja dan sepulang kerja. Untuk harga standar aja, semua juga tergantung harga bahannya, yang jelas saya senang kue bikinan saya diminati,” ucap Evi.

Banyak mendapat orederan, terkadang membuat Evi terpaksa harus keliling menyusuri toko-toko yang menyiapkan bahan-bahan kue, hal itu lantaraan ketersedian di toko kue langgannya kehabisan bahan, maka dirinya harus cari ke lain toko.

“Kendalanya di bahan aja sih, kemarin lusa sempat keliling cari bahan, karna di toko tempat biasa beli kehabisan, ya tapi kalau sekarang saya stok bahan biar gak kehabisan,” jelas Evi.

Adapun bahan-bahan yang biasa digunakannya dalam membuat kue kering ini seperti butter wisjman, tepung terigu, gula halus, telur, margarin dan bahan-bahan lain-lainya. Meski usahanya terbilang baru dan baru tahun ini dolakoninya, namun dirinya pun berharap suatu saat bisa memperduksi kue lebih banyak lagi.

“Baru tahun ini jualan, jualnya rumahan aja, ya mudah-mudahan nanti ada modal yang lebih, rencana mau buka toko kecil-kecilan aja,” harap Evi.(MSD/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here