Masjid Al Misbah yang berada di tepian Sungai Karang Mumus, Samarinda, menjadi satu masjid yang nyaman sambil menunggu waktu berbuka puasa

Oleh : Mashardiansyah

Poskaltim.com, Samarinda — Masjid Al Misbah yang terletak di Jalan Abdul Muthalib, Kelurahan Sungai Pinang, berada tepat di tepian Sungai Karang Mumus (SKM) yang merupakan anak Sungai Mahakam yang membelah Kota Samarinda.

Masjid yang telah dibangun sejak tiga tahun belakangan ini ternyata belum diresmikan. Seorang dermawan yang menjadi donatur pembangunan masjid berjuluk masjid emas ini adalah Haji Alex, yang dikenal peduli akan keberadaan tempat ibadah dilingkungannya.

Walau belum diresmikan, namun masjid ini telah dipergunakan sekitar setahun lalu. Setiap bulan Ramadhan, masjid ini selalu penuh sesak dengan jamaah yang melakukan shalat Tarawih dan tadarus Al-Quran.

“Masjid ini dibangun sama Haji Alex, ya (memang) belum diresmikan, makanya belum pasang nama di depan masjid” ujar Zulkifli yang menjadi pengurus masjid.

Meski belum secara langsung di resmikan, namun Zulkifli yang ditemui mengatakan, kemungkinan warga akan sepakat tetap memakai nama AL-Misbah, sebagaimana nama langgar atau mushalla terdahulu.

“Ya tetap akan pakai nama Al-Misbah, sesuai nama dulu,” tambahnya.

Masjid yang kini dapat menampung lebih dari 700 jamaah, dulunya adalah sebuah mushalla tua yang hanya mampu menampung puluhan orang saja
Dari sejarah yang diceritakan, bahwa nama Masjid Al-Misbah, adalah nama langgar atau mushalla kecil yang dulu pernah ada. Karena masuk dalam jalur hijau, maka Pemerintah Kota Samarinda berinisiatif tidak memindahkan langgar ini, melainkan membangun sebuah masjid yang lebih besar dan megah.

“Nama Al-Misbah ini dari langgar dulu yang di pojokan masih ada menaranya (sambil menujuk menara yang masih berdiri tegak di pojok masjid tersebut) tapi ini terbilang cepat pembangunannya, dan cepat pula digunakan” ujar Zulkifli.

Setelah masjid ini terbangun dengan megah, banyak orang yang datang menyempatkan berswafoto usai shalat di masjid ini. Dengan kapasitas masjid sekitar kurang lebih 700 orang jamaah, pada bulan Ramadhan, jamaah yang shalat tarawih hingga meluber hingga ke halaman masjid.

“Iya benar, selama Ramadhan sering melimpah hingga ke halaman. Untungnya halaman yang luas ini sudah bersih dan berlantaikan marmer,” ujar Zulkifli.

Selama Ramadhan, kegiatan berbuka puasa juga kerap ramai. Selain suasana dan pemandangan yang sejuk nan indah, tepian sungai ini nyaman untuk menunggu beduk azan Magrib berbunyi.

“Biasanya 150 paket takjil yang kita siapkan. Selain dari donatur seperti Haji Alex, juga dari masyarakat sekitar yang ingin menyumbang. Yang menyiapkan makanan berbuka puasa adalah anak-anak remaja sekitar masjid,” ujar Zulkifli.(MSD/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here