Cina merupakan pasar gim kedua terbesar di dunia, dan terlampaui oleh Amerika Serikat untuk pertama kalinya tahun ini melakukan pembatasan gim daring.

Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Beijing – Pemerintah Cina, mengeluarkan kebijakan baru yaitu membatasi permainan gim daring untuk anak-anak. Pemerintah mengumumkan kebijakannya ini pada, Selasa(5/11).

Pemerintah Cina melansir regulasi, pengguna berusia di bawah 18 tahun akan dilarang bermain daring dari pukul 22:00 hingga pukul 08:00. Mereka juga dibatasi hanya bisa bermain selama 90 menit di hari-hari sekolah, dan tiga jam di akhir pekan dan hari libur, mengutip BBC, Ahad(10/11).

“Ini merupakan langkah terbaru yang diambil pemerintah Cina untuk memberantas kecanduan terhadap gim daring, yang menurut para pejabat telah merusak kesehatan anak-anak.” ungkap sumber tersebut.

Aturan ini juga membatasi pembelian gim yang dilakukan anak-anak melalui akun mereka.
Cina merupakan pasar gim kedua terbesar di dunia, dan terlampaui oleh Amerika Serikat untuk pertama kalinya tahun ini disebabkan peningkatan regulasi industri gim di negeri itu, menurut lembaga riset Newzoo.

Panduan yang diedarkan pemerintah hari Selasa (05/11) termasuk batasan dalam belanja gim yang bisa dilakukan anak-anak lewat akun mereka.

Menurut riset pengguna berusia delapan sampai 16 tahun bisa belanja hingga 200 yuan atau sekitar Rp400.000 per bulan, sementara yang berusia 16 hingga 18 bisa membelanjakan uang sampai 400 yuan (Rp800.000) lewat akun gim mereka.

Aturan ini merujuk keluhan pemerintah Cina yang berulang kali mengeluhkan dampak buruk gim terhadap generasi muda.

Pada tahun 2018, pemerintah mengumumkan pendirian lembaga regulator gim sebagai tanggapan dari kekhawatiran terhadap memburuknya penglihatan anak-anak. Lembaga ini membatasi gim daring baru, membatasi waktu bermain dan pembatasan berdasar usia.

Di tahun yang sama, Cina menghentikan persetujuan video gim baru yang berlangsung sembilan bulan menyebabkan pukulan terhadap industri besar ini.

Beberapa perusahaan video gim terbesar menanggapi secara proaktif, tetapi penegakan dan verifikasi umur tetap menjadi kekhawatiran utama.

Tencent – perusahaan gim terbesar – menjawab kritik dengan membatasi waktu bermain hingga satu jam per hari untuk pengguna berusia 12 tahun ke bawah, dan dua jam bagi pengguna berusia 12 hingga 18 tahun.

Mereka juga mulai menyaratkan pengguna agar membuktikan usia mereka dengan menggunakan dokumen yang dikeluarkan oleh negara.

Tahun lalu untuk pertama kalinya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan kecanduan terhadap gim – yang mereka sebut sebagai “gaming disorder” sebagai persoalan kesehatan mental.

Panduan terbaru dari American Psychiatry Association belum memasukkannya, dan menggolongkan gaming disorder sebagai sebuah kondisi yang membutuhkan kajian lebih lanjut.

Beberapa negara sudah menggolongkan bermain gim berlebihan sebagai persoalan kesehatan masyarakat, dan sudah banyak klinik swasta menangani kondisi kecanduan gim ini.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here