Anggota DPD RI, Jimly Asshiddiqie

Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Sejumlah menteri dalam kabinet Jokowi dinilai tidak punya kompetensi di bidang yang diemban. Misalnya, jabatan menteri agama (menag) yang diemban mantan Wakil Panglima TNI Fachrul Razi serta menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) yang diberikan kepada CEO Go-Jek Nadiem Makarim.

“Kita hormati karena ini kan hak prerogatif Presiden, ya mudah-mudahan dalam 100 hari ada evaluasi, karena bukan hanya Menteri Agama yang dipersoalkan orang, tapi banyak, seperti menteri di bidang ekonomi, pada kaget-kaget, terus Mendikbud,” kata anggota DPD RI, Jimly Asshiddiqie usai diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Kamis (24/10).

Meski begitu, Jimly meminta agar Presiden tetap mendengarkan suara masyarakat yang menyatakan tidak setuju dengan penempatan Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Presiden, kata Jimly, juga harus menempatkan pembantunya sesuai dengan kompetensi.

“Orang hebat harus di tempat yang tepat, kalau tidak di tempat yang tepat, dia jadi kontraproduktif. Bisa jadi merusak, jadi harus diperhitungkan juga,” ujarnya.

Ia berharap kinerja menteri Kabinet Indonesia Maju selaras dengan semangat pidato Jokowi di DPR beberapa waktu lalu pascapelantikan, dimana perlu terobosan-terobosan. Namun jangan sampai terobosan itu malah menerabas aturan dan ketetapan yang ada.

“Terpenting itu harus rule of the law, not rule of man. Orang itu harus manut pada sistem aturan, terabasan dan terobosan apa yang melampaui undang-undang itu tidak boleh,” ujarnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here