Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Banda Aceh – Ancaman penyelundupn narkotika ke Indonesia dari luar negeri terus saja terjadi. Baru-baru ini, penyelundupan sabu ke Indonesia kembali berhasil digagalkan. Kali ini, kapal patroli Bea Cukai Indonesia melakukan aksi heroik mencegah barang haram masuk ke tanah air.

Kepala Seksi Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh Triyanto menyebut ada 25 kilogram sabu dari Penang, Malaysia, yang masuk Perairan Pantau Timur Aceh pada Rabu (21/8). Barang haram itu ditumpuk bersama ribuan karung berisi bawang merah ilegal di dua kapal motor.

“Ada dua kapal motor yang diperiksa karena membawa bawang merah tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Dua kapal tersebut yakni KM Chantika dan KM Alif,” kata Triyanto seperti dikutip dari Antara, Ahad, (25/8).

Kapal patroli BC 300O5 di bawah kendali operasi (BKO) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh mengamankan kedua kapal motor. Mereka digiring ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Kota Lhokseumawe.

Di pelabuhan tersebut, Bea Cukai memeriksa muatan kedua kapal motor. Di KM Chantika, petugas menemukan 4.232 karung masing-masing dengan berat sembilan kilogram berisi bawang merah.

Sedangkan dari KM Alif, petugas bea cukai juga mengamankan 2.336 karung bawang merah, masing-masing dengan berat sembilan kilogram.
Serta 25 bungkus sabu-sabu dengan berat masing-masing satu kilogram per bungkus dan tiga kemasan kecil berisi sabu-sabu dengan berat keseluruhan mencapai empat gram.

Selain mengamankan barang bukti, turut diamankan delapan kru kapal, yakni lima orang dari KM Chantika dan tiga orang dari KM Alif. Lima kru KM Chantika yang diamankan yakni berinisial RK (tekong), MA (kepala kamar mesin), serta RI, IA, dan RA (anak buah kapal). Sedangkan kru KM Alif yakni SA (tekong), NU (kepala kamar mesin), dan NK (anak buah kapal). (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here