Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan kembali menerima laporan terkait dugaan penggelembungan suara pada Pemilu 2019

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan kembali menerima laporan terkait dugaan penggelembungan suara pada Pemilu 2019.

Adalah caleg PDI-P di DPRD Kota Balikpapan Dapil Balikpapan Utara Jhon Ismail, melalui kuasa hukumnya Muhammad Rifai yang mendaftarkan gugatan pelanggaran Pemilu 2019.

Muhammad Rifai mengatakan, tujuannya datang ke Bawaslu kota Balikpapan untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan salah satu caleg dari internal partai PDIP juga, karena terdapat beberapa temuan yang diantaranya adanya indikasi penggelembungan suara yang ditemukan pada 17 Mei 2019 lalu.

“Kenapa baru kita temukan pada 17 Mei 2019, karena ada kecurigaan yang awalnya kita dapatkan, tapi baru berhasil kita kumpulkan bukti pada tanggal tersebut. Sehingga kita laporkan agar terpenuhi syarat formilnya dalam tujuh hari,” ujarnya, Kamis (23/5).

Lanjut Rifai, metode pelanggaran yang dilakukan yakni menghilangkan dan mengurangi suara dari kliennya, lalu kemudian suara tersebut digelembungkan kepada caleg tersebut. Anehnya, metode ini hanya dilakukan oleh satu orang

“Menurut informasi dalam satu kelurahan saja suaranya bisa mencapai ribuan. Tapi yang pasti dalam satu kelurahan yang dimana tempatnya dia melakukan penggelembungan merupakan basis terbesar suaranya,” jelas Rifai.

Berdasarkan keterangan terlapor yakni MN salinan C1 Partai PDI-P tidak ada. Sedangkan saat pelapor mengkonfirmasi di 23 TPS, pihak KPPS menyatakan jika salinan C1 itu ada dan telah diserahkan ke terlapor. Selain itu satu kelurahan yang dicurigai yakni di kelurahan Gunung Samarinda, dirinya juga mencurigai adanya pelanggaran di beberapa kelurahan lain seperti di Kelurahan Muara Rapak dan Kelurahan Karang Joang.

“Jadi ada tiga kelurahan yang kita laporkan. Makanya, per hari ini kita sudah buatkan laporan dan bukti terima dari Bawaslu akan kita ambil sebagai bukti pelaporan,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu kota Balikpapan, Dedi Irawan menjelaskan, dirinya telah menerima laporan dari pelapor melalui kuasa hukumnya, setelah ini Bawaslu akan melakukan kajian awal. Dari kajian awal tersebut nantinya akan terlihat apakah pelanggaran yang dilakukan adalah pelanggaran administratif, pelanggaran pidana atau pelanggaran etik.

“Kalau memang pelanggaran pidana nanti kita arahkan ke Gakkumdu, kalau pelanggaran administrasi nanti kita lakukan kajian lebih lanjut,” jelasnya.

Dedi menambahkan, pihak pelapor telah melaporkan salah satu caleg berinisial MN yang juga caleg DPRD Kota Balikpapan Dapil Balikpapan Utara.

“Pelapor dan terlapor masih berasal dari partai yang sama,” ujar Dedi.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here