Omzet usaha kerajinan batik Lebak hingga menembus Rp100 juta/bulan. Selain itu usaha kerajinan ini juga mampu menyerap lapangan pekerjaan lokal sehingga dapat mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

Oleh: Eko P/ Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Omzet usaha kerajinan batik Lebak hingga menembus Rp100 juta/bulan. Selain itu usaha kerajinan ini juga mampu menyerap lapangan pekerjaan lokal sehingga dapat mengatasi kemiskinan dan pengangguran.
“Industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan batik menjadi andalan ekonomi masyarakat karena dapat menyerap tenaga kerja di daerah itu,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Dedi Rahmat di Lebak, Kamis (15/8).

Pemerintah daerah mendorong pelaku IKM kerajinan batik di Lebak untuk meningkatkan kualitas sehingga mampu menembus pasar domestik dan mancanegara.

IKM kerajinan batik Lebak tumbuh dan berkembang sejak dua tahun terakhir. “Kami terus mengoptimalkan promosi-promosi melalui pameran maupun perlombaan busana baik di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Kerajinan batik Lebak berkembang di kawasan sentra usaha seperti di Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kelurahan MC Timur Rangkasbitung dan desa-desa lain di wilayah Lebak bagian tengah, di antaranta di Kecamatan Cimarga dan Leuwidamar.

“Sebagian besar produk IKM kerajinan batik Lebak berupa batik cetak atau chanting.Kami secara perlahan-perlahan membina pelaku usaha kerajinan batik tulis,terutama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan permodalan,” katanya.

Sementara itu, seorang pelaku IKM kerajinan batik Lebak Umsaroh mengatakan selama ini permintaan pasar cenderung meningkat sehingga omzet pendapatan rata-rata Rp100 juta/bulan.

Tingginya permintaan batik berkat promosi yang difasilitasi Bupati Iti Octavia hingga ke Jepang dan Rusia.
“Kami merasa kewalahan melayani permintaan konsumen,termasuk online,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini, permintaan batik Lebak menembus luar daerah, di antaranya Tangerang, Serang, DKI Jakarta dan Bogor.

Harga batik Lebak untuk bahan dari katun Rp125.000 dan bahan sutra Rp800.000/potong.
IKM batik mampu menyerap 60 tenaga kerja dari pemuda dan ibu rumah tangga.

“Kami terus meningkatkan kualitas karena bisa membantu ekonomi masyarakat setempat,” ujar Umsaroh yang merintis usaha batik sejak 2016.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here