????????????????????????????????????

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Konsultasi Regional untuk Wilayah Kalimantan atas Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (20/8) mendatang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro akan memimpin Penyelenggaraan Konsultasi Regional Wilayah Kalimantan merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Kegiatan ini selalu dikonsultasikan per pulau besar, yakni Jawa Bali di Surabaya, Sulawesi di Manado, Sumatera di Medan, Kalimantan di Balikpapan, Maluku dan Papua di Sorong, dan Nusa Tenggara di Labuan Bajo.

“Menyusul Konsultasi Regional yang telah dilaksanakan Kementerian PPN/Bappenas di tiga Pulau yakni Jawa-Bali, Sulawesi, dan Sumatera, pada 20-21 Agustus 2019, Konsultasi Regional se Kalimantan akan diadakan di Balikpapan,” jelas Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan, Parulian Silalahi dalam rilisnya yang diterima Poskaltim.com pada Minggu siang (18/8).

Khusus di Pulau Kalimantan, akan digali permasalahan terkait dengan penguatan sektor-sektor ekonomi yang meningkatkan pertumbuhan dan investasi. Pengembangan antar wilayah di pulau Kalimantan untuk mengurangi kesenjangan pengembangan infrastruktur yang mendukung ekonomi dan pelayanan dasar, peningkatan kualitas dan daya saing SDM di Kalimantan. Revolusi mental, isu kebencanaan, perubahan iklim dan lingkungan hidup, stabilitas Polhuhankam dan pelayanan publik serta pemindahan ibu kota negara sebagai bagian dari major project RPJMN 2020-2024 yang akan dilaksanakan.

Gubernur Kaltim Isran Noor (kanan) dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie (Kiri) menyatakan kesiapannya hadir pada acara Rapat Konsultasi Regional Kalimantan yang digagas oleh Bappenas di Balikpapan, 21-22 Agustus 2019
“Sebagaimana yang diketahui, potensi sumber daya alam di Pulau Kalimantan amatlah besar. Namun, isu kemiskinan masih terjadi di wilayah ini. Selain itu, infrastruktur dasar dan konektivitas intra-wilayah yang kurang memadai, peran wilayah perbatasan sebagai beranda negara yang belum optimal, dan tingginya potensi kebakaran hutan serta isu lingkungan hidup masih membayangi pembangunan di wilayah Kalimantan,” ujarnya.

Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 akan menjadi acuan bagi K/L dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) dan bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). RPJMN 2020-2024 menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,4-6,0 persen per tahun, tingkat kemiskinan menurun menjadi 6,5-7 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) antara 4,0-4,6 persen, dan Rasio Gini mencapai 0,370-0,374.

“Kegiatan ini juga mengundang seluruh gubernur se-Kalimantan, Ketua Bappeda se-Kalimantan, tokoh masyarakat dan media massa dari lima provinsi di Kalimantan untuk menerima masukan-masukan dari setiap provinsi, termasuk pembahasan rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan,” jelas Parulian.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here