Orang tua siswa diharapkan aktif mencari informasi tentang berbagai cara penerimaan peserta didik baru, termasuk cara sistem zonasi

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Per tanggal 1 Juli 2019 mendatang, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan segera dilakukan, tidak terkecuali di Kota Balikpapan. Beberapa jalur seperti zonasi, bina lingkungan (BL), keluarga miskin (Gakin), prestasi serentak bersamaan dilakukan diseluruh sekolah berjenjang SD dan SMP.

Namun untuk sistem zonasi rupanya masih banyak dikeluhkan oleh para orang tua murid yang akan mendaftarkan anaknya. Tak ayal orangtua siswa menjadi terkendala atau kesulitan saat mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dituju.

Gandi orang tua murid yang datang ke SMP Negeri 1 Balikpapan mengatakan, pada PPDB yang menggunakan sistem zonasi ini cukup membingungkannya, terlebih bagi orangtua yang tinggal di luar daerah seperti dirinya. Sementara anaknya yang merupakan lulusan sebuah sekolah di Balikpapan tetap ingin melanjutkan pendidikannya di kota berjuluk Beriman ini.

“Saya di Jakarta, anak saya sekolah di Balikpapan lulusan dari sekolah SD swasta disini dan mau masuk di SMPN 1. Zonanya itu di ring satu, tapi katanya nggak bisa, harus ikut jalur luar daerah. Ini yang buat saya bingung,” ujar Gandi saat ditemui di SMPN 1 Balikpapan, Kamis (27/6).

Lanjut Gandi, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan harus lebih gencar lagi melakukan sosialisasi, terutama di media sosial dan sekolah-sekolah.

“Kita kurang dapat informasi, itu kesulitan kami. Sosialisasinya saja masih minim ya, baik di media sosial dan lainnya. Kalau seperti inikan kita harus bolak-balik terus,” terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Yuni. Dirinya yang sengaja datang ke Kantor Disdikbud Kota Balikpapan pada Kamis sore menjelaskan jika informasi yang diperolehnya saat ini masih membingungkan dirinya. Hal yang membingungkan tersebut seperti kuota tiap jalur yang ada di PPDB mendatang.

“Katanya kan ada jalur-jalur dan itu ada kuotanya, saya enggak tau kuota-kuota itu. Jadi saya bingung mau masukin anak saya lewat jalur mana. Kemarin saya tanya di sekolah dekat rumah ada zona ring satu ada kawasan zona juga, jadi pake yang mana ya bingung lagi,” ujarnya.

Yuni berharap, sistem PPDB di Kota Balikpapan saat ini tidak membingungkan orang tua lagi dan berharap bisa dikembalikan pada saat penerimaan murid seperti beberapa tahun lalu.

“Kalo bisa enggak usah seperti ini lah, kaya dulu aja itu nah sistem NEM aja. Kalo NEM nya rendah ya cari sekolah lain yang bisa terima nilainya,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, jika masih ada orang tua yang mengalami kebingungan atau kesulitan dalam PPDB 2019-2020 hal tersebut adalah hal yang “malas” bagi orang tua tersebut mencari informasinya. Pasalnya, Disdikbud sejak jauh hari sudah melakukan sosialisasi kesejumlah media baik cetak, elektronik dan online.

“Enggak benar itu kami kurang sosialisasi. Kami sudah lakukan di cetak, elektronik dan online. Bahkan di setiap sekolah sudah kami pasang spanduk soal PPDB 2019-2020. Jadi jika ada orang tua yang begitu (bingung) mungkin malas aja cari informasi,” ujarnya.

Lanjut Muhaimin, untuk PPDB 2019-2020 bahkan seluruh informasinya sudah tersedia di website Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga masyarakat yang saat ini memegang smart phone bisa dengan mudah mengaksesnya.

“Kan saat ini semua orang tua sudah menggunakan smart phone ya mas, jadi bisa dengan mudah mengakses web kami ini, tinggal dicari aja di google Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan di klik disitu tertera seluruh informasi tentang PPDB kok. Jadi enggak sulit lah,” terangnya.

Bahkan menurut Muhaimin, pada Sabtu (29/6) lusa akan ada beberapa sekolah yang melakukan simulasi untuk PPDB, sehingga penumpukan orang tua di sekolah-sekolah tersebut tidak terjadi.

“Kemaren ada informasi beberapa sekolah akan melaksanakan simulasi PPDB. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan. Kan biasanya ramai berbondong-bondong datangnya. Simulasi ini bisa mencegah terjadinya hal tersebut,” ujarya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here