BPK RI Perwakilan Kaltim menemukan tengah menangani kredit macet oleh pengusaha Samarinda yang diberikan kredit oleh bank milik daerah, Bankaltimtara.(Foto:ist)

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Kasus temuan kredit macet oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Kaltim yang menyeret nama besar Bank Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Bankaltimtara) yang mengakui adanya kredit macet oleh pengusaha perhotelan dan perbelanjaan di Samarinda.

“Memang kita ada temuan dan saat ini dalam pengawasan BPK RI terkait kredit macet di PT Selyca Mulia yang saat ini masih berjalan. Kita juga sedang melakukan pembersihan proses kredit kami, kami juga saat ini berupaya untuk mendorong pihak PT Selyca Mulia untuk segera membayarkan kreditnya,” ujar Adi Sugiarto, Pemimpin Departemen Hubungan Korporasi Bankaltimtara, kepada awak media, Rabu (10/7).

Pihak Bankaltimtara juga saat ini melakukan penyehatan kepada PT Selyca Mulia untuk bisa membayar kreditnya. Bankaltimtara pun beralasan bahwa keterlambatan pembayaran karena sistem perekonomian yang lemah, mempengaruhi kinerja pengusaha untuk membayar angsuran kreditnya. Sehingga usaha jasa turun dan pihak kreditor dalam hal ini PT Selyca Mulia tidak bisa membayar hutangnya.

Bankaltimtara juga mengatakan pihaknya sudah melakukan tinjauan ketika akan memberikan bantuan pinjaman kredit kepada kreditur, namun dari data BPK, Bankaltimtara sudah memberikan dua kali pinjaman dengan angka yang fantastis mencapai ratusan miliar rupiah, padahal hutang sebelumnya belum lunas dan mengalami kemacetan, namun pihak bank terus memberikan kredit. Prinsip kehati-hatian pihak bank inilah yang menjadi pertanyaan sejumlah pihak, termasuk masyarakat.

Adi Sugiarto, Pemimpin Departemen Hubungan Korporasi Bankaltimtara, yang memberikan penjelasan kepada wartawan terkait temuan BPK RI Kaltim adanya kredit macet di bank milik daerah tersebut.
Diantara temuan tersebut, ada dua kredit yang diketahui atas nama PT. Selyca Mulia dengan nilai kredit Rp. 227,2 miliar dan Rp. 118,3 miliar.

Kredit pertama senilai Rp. 227,2 miliar disalurkan pada tahun 2007 untuk pembangunan pusat perbelanjaan Plaza Mulia dengan jangka waktu kredit investasi selama 160 bulan.

Kemudian penyaluran kredit kedua sebesar Rp 20 miliar pada tahun 2009. Alasan penyaluran kredit kedua ini karena ada penambahan fasilitas akibat perubahan desain bangunan dan spesifikasi kebutuhan material. Disusul penambahan plafon kredit sebesar Rp. 25 miliar yang pada keterangannya digunakan untuk pembelian kabel power, panel utama koneksi otomatis sinkronisasi PLN dan genset.

Masih ditahun 2009, penambahan kredit kembali diberikan dengan alasan penyelesaian akhir pembangunan Plaza Mulia dengan nilai Rp 35 miliar.

Bankaltimtara pun mengklaim pemberian kredit ini karena adanya dua bidang usaha yaitu Hotel Selyca Mulia dan pusat perbelanjaan Plaza Mulia dalam satu perusahaan, sehingga bisa menjadi pertimbangan Bankaltimtara untuk memberikan pinjaman kembali kepada pihak PT Selyca Mulia.

Terkait permasalahan ini, Bankaltimtara menjelaskan soal tidak adanya penyitaan dan penjualan aset dari PT Selyca Mulia yang dilakukan pihak Bank. Hal tersebut karena adanya tahapan pendekatan dan juga pertimbangan karena yang mengajukan kredit merupakan warga Kaltim.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here