Oleh : Muhammad Rizqi / Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Banjir di Samarinda menggungah hati para donatur untuk terus memberikan sumbangan, seperti yang dilakukan Bank Indonesia (BI) yang tergugah melihat kondisi warga korban banjir di Samarinda, dengan ikut serta meringankan dan membantu kebutuhan warga.

Melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltim, sejak beberapa hari lalu, BI telah menyerahkan sejumlah bantuan, berupa makanan siap santap, sembako dan air mineral ke korban banjir di Griya Mukti Sejahtera (GMS) dan Posko Bencana Banjir RT 38 Gg. Keluarga di Jalan PM Noor.

Dalam rilisnya yang diterima Poskaltim.com, Kamis siang, BI juga menyerahkan satu unit tandon air kapasitas 1.200 liter kepada warga RT 31, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, yang dilakukan pada Rabu (12/6).

Kepala perwakilan BI Provinsi Kaltim, Muhamad Nur menyerahkan bantuan berupa tandon air ke ketua RT 31, Rustam warga korban banjir , dan bantuan ke pegawai BI yang juga jadi korban banjir di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara.

Melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltim, sejak beberapa hari lalu, BI telah menyerahkan sejumlah bantuan, berupa makanan siap santap, sembako dan air mineral ke korban banjir di Griya Mukti Sejahtera (GMS) dan Posko Bencana Banjir RT 38 Gg. Keluarga di Jalan PM Noor.

BI menyerahkan satu unit tandon air kapasitas 1.200 liter kepada warga RT 31, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara. Selain tandon air, sebelumnya juga telah diberikan sejumlah bantuan, berupa sembako dan air mineral.

“Sejauh ini sudah ada tiga tempat yang kita datangi untuk diberikan bantuan. Pemberian sejumlah bantuan ini termasuk dalam Program Sosial Bank Indonesia (PSBI)” ucapnya.

Lanjut Nur, sebelum datang dan memberikan bantuan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD Kota Samarinda, serta Ketua RT setempat, guna mengetahui kebutuhan apa yang paling dibutuhkan warga.

“Kita berikan sesuai dengan kebutuhan, jadi sebelum itu kita koordinasi dulu dengan BPBD dan Ketua RT. Seperti di sini (RT 31), kita bantu tandon untuk memudahkan warga mendapatkan pasokan air, jadi tinggal datang ke lokasi diletakan tandon,” jelasnya.

Pegawai BI juga ada yang rumahnya kebanjiran, kita berikan bantuan juga, dan beri dispensasi,” sambungnya
Sementara itu, Rustam (57) Ketua RT 31 mengaku, warganya sangat terbantu dengan adanya tandon penampung air bersih, yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga.

Pasalnya, sejak banjir melanda, air dan listrik hingga saat ini belum menyala. Beruntung, di RT 31 memiliki tiga titik sumur bor yang dapat digunakan oleh warga ditiga RT, yakni RT 30, RT 31 dan RT 32.

“Kalau ada tandon, air sumur bor bisa ditampung, karena sekarang ini lagi mati listrik dan air,” ucapnya.

Selain itu, dengan adanya tandon air, dapat memudahkan warga sekitar memasak di dapur umum, yang berada di lapangan voli RT 31. Dapur umum tersebut telah beroperasi selama kurang lebih lima hari.

Di RT 31 terdapat 674 jiwa dari 214 kepala keluarga (KK), sedangkan yang terdampak banjir ada 560 jiwa dari 149 KK.Sedangkan ketinggian air di sekitar RT 31 mencapai 1 meter lebih.

“Kalau ada bahan masakan, ibu-ibu di sini yang masak. Beras, mie instan, telur, pernah ada juga yang kasih hati, ya kami olah di sini, lalu dibagikan ke rumah-rumah. Jadi, ada penanggung jawab setiap blok untuk membagikan,” pungkas Rustam.

Sementara itu, Dirwantara Firsta selaku Asisten Manajer Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur menginformasikan bahwa pegawai Bank Indonesia yang terkena dampak dan menjadi korban banjir tercatat ada sembilan orang. Meskipun rumah mereka terendam namun tetap turun ke kantor untuk bekerja seperti biasanya. (RZQ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here