Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Bank Indonesia menurunkan biaya transfer antarbank dari Rp1.000 menjadi Rp600 berdasarkan Peraturan BI No.21/8/PBI/2019, yang mulai berlaku 1 September 2019.

Atas kebijakan ini Bank Indonesia mengimbau kalangan perbankan agar menyosialisasikan kebijakan penurunan biaya transfer antarbank.

Penurunan biaya transfer antarbank itu berlaku untuk transaksi di kantor perbankan, bukan di ATM.

“Bank wajib menginformasikan kepada nasabah dan harus dibuat pengumuman buat nasabah agar tahu biayanya,” kata Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah dan Operasional Sistem Pembayaran BI Kepri, Indra Gunawan, Jumat (30/8).
Dengan penurunan tarif dari BI, maka biaya yang dikenakan bank kepada nasabah juga berkurang dari maksimal Rp5.000 menjadi maksimal Rp3.500.

Penurunan tarif transfer antarbank merupakan satu dari sejumlah kebijakan dalam penyempurnaan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Penyempurnaan SKNBI juga menambah frekuensi periode setelmen, dari lima kali dalam sehari menjadi sembilan kali dalam sehari.

Dengan aturan yang baru, maka layanan transfer dana dan layanan pembayaran reguler bisa dilakukan pukul 08.00 WIB, 9.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB.
Dalam aturan yang baru, penyelesaian transaksi “Service Level Agreement” juga dipercepat, dari maksimal dua jam masing-masing di bank pengirim dan penerima, menjadi maksimal satu jam.

BI juga meningkatkan nominal transaksi, dari maksimal Rp500 juta untuk semua layanan SKNBI menjadi Rp1 miliar untuk layanan transfer dana dan layanan pembayaran refuler.

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI Kepri, Gunawan mengatakan penyempurnaan SKNBI, dilakukan BI untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran.

Penyempurnaan SKNBI juga guna memberikan layanan, transfer dana yang lebih cepat sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan mengakomodasi kebutuhan pengguna, baik individu maupun korporasi, untuk transaksi dengan nilai yang lebih besar.

“BI sudah memastikan seluruh bank akan mengimplementasikan kebijakan itu. Jam pelayanan yang tadinya cuma beberapa kali jadi sembilan kali dan tiap jam,” kata dia.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here