Bangunan tua milik Belanda yang bernama Gedung Magazine di Kecamatan Loa Kulu kini menarik perhatian warga untuk swafoto

Oleh : Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Kutai Kartanegara —Sebuah bangunan tua Belanda yang dulu menjadi gudang penyimpanan barang hasil bumi dan batu bara milik penjajah Belanda yang berada di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini mulai dikelola oleh warga setempat sebagai tempat wisata sejarah. Meski dikabarkan angker, namun nyatanya banyak warga terutama anak-anak muda yang memanfaatkannya untuk berswafoto alias selfie di gedung tua tersebut.

Salah seorang wisatawan asal Kota Samarinda, Briza mengaku dirinya pun kagum dengan bangunan tua ini, terlihat sekali struktur bangunannya dan juga ada desain Belanda yang kokoh dan membuatnya memiliki kesan klasik yang kaya akan sejarah masa lampau.

“Bagus ini lokasinya, keren juga buat selfie dan hunting foto disini. Kalo di Samarinda sudah gak ada yang beginian, jadi kami sempetin untuk singgah buat foto foto pas mau ke Tenggarong juga,” ucap Briza kepada Poskaltim.com, Rabu (19/06) yang turut serta dalam kegiatan susur Sungai Mahakam bersama Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim.

Gedung ini diberi nama Gedung Magazine, karena selain untuk gudang batu bara, juga difungsikan sebagai gedung percetakan koran milik Belanda. Saat ini, gedung yang juga merupakan gedung perkantoran dan pertemuan tentara Belanda ini juga menjadi saksi adanya tambang batu bara pertama di Kalimantan Timur.

Sebagai bangunan yang memiliki sejarah, warga setempat melestarikan gedung milik Belanda untuk dikelola sebagai obyek wisata
Gedung ini menurut sejarahnya sempat juga digunakan terakhir kali pada tahun 1970-an. Namun setelah pindah kantor gedung inipun kini terbengkalai dan tak terpakai lagi.

Suprianto sebagai warga Loa Kulu dan penjaga Gedung Magazine ini mengatakan, bahwa gedung ini kini sudah mulai diperhatikan, baik oleh Pemerintah Kabupaten maupun oleh berbagai komunitas. Beberapa bentuk bangunan yang ada juga dirawat kembali namun banyaknya coret-coretan yang berada di dinding gedung membuat gedung ini terlihat kumuh.

“Kita bersama warga akan terus melakukan perubahan dan perawatan kembali nantinya, dibantu.juga dengan pemerintah setempat, memang kawasan ini kini semakin banyak dikunjungi. Kami juga bersyukur dengan adanya kunjungan dari Dinas Pariwisata Kaltim kali ini,” ucap Suprianto.

Sementara itu , Pelaksana Tugas Harian Kadis Pariwisata Kaltim, Ahmad Herwansyah menambahkan bahwa kunjungan ke Loa Kulu ini merupakan trip wisata susur Sungai Mahakam. Kawasan ini harus terus dilestarikan serta dikembangkan untuk menarik wisatawan.

“Inji merupakan trip awal wisata susur Sungai Mahakam yang kita lakukan, banyak sejarah disini yang harus kita kembangkan, warga juga harus aktif turut melestarikan peninggalan sejarah ini,” harap Herwan.(RZQ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here