Sebanyak 87 Kg produk pertanian, 3.003 batang bibit tanaman dan 15 bungkus (sachet) yang berasal dari Australia, Swiss, China, Hongkong, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand dan India dimusnahkan Balai Karantina Balikpapan

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Balikpapan memusnahkan komoditas tanaman impor ilegal yang masuk melalui udara. Beberapa barang yang dimusnahkan yaitu bibit tanaman sayuran dan buah-buahan, hasil tanaman hidup dan hasil tanaman mati yang belum maupun telah diolah dengan jumlah mencapai lebih dari 87 kilogram.

Pemusnahan oleh Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Balikpapan ini dilakukan karena produk tersebut tidak memenuhi persyaratan dan prosedur karantina untuk masuk ke wilayah Republik Indonesia.

Kepala BKP Kelas I Balikpapan Abdul Rahman mengatakan, komoditas pertanian ini tidak layak karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asalnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan dan PP Nomor 14 tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan.

“Yang kami musnahkan antara lain kategori bibit tanaman sayuran dan buah-buahan, hasil tanaman hidup dan hasil tanaman mati yang belum maupun telah diolah dengan total jumlah lebih dari 87 Kg, 3.003 batang bibit tanaman dan 15 bungkus (sachet) yang berasal dari Australia, Swiss, China, Hongkong, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand dan India,” ujar Abdul Rahman di Kantor Karantina Pertanian Balikpapan, Kamis (27/06).

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Balikpapan memusnahkan komoditas tanaman impor ilegal yang masuk melalui udara dari 12 negara asal barang
Abdul Rahman mengatakan komoditas pertanian yang dimusnahkan ini merupakan hasil tangkapan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dan kantor pos Balikpapan dalam kurun waktu pengungkapan bulan Februari hingga Juni 2019.

“Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam hayati Indonesia agar tetap lestari dari masuknya hama penyakit hewan karantina (HPHK) serta organisme penggangu tumbuhan karantina (OPTK),” jelasnya.

Untuk itu Abdul Rahman menghimbau pentingnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melaporkan kepada karantina bila membawa barang bawaan komoditas pertanian termasuk belanja online. Satu biji tanaman masuk bila mengandung penyakit maka akan berdampak luas terhadap pertanian Indonesia.

“Oleh karena itu kita minta masyarakat sebaiknya tertib. Tertib yang dimaksud adalah melapor setiap membeli atau mendatangkannya (ke Indonesia),” ujarnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here