Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Ketua Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia (Bakomubin) Anwar Sanusi tidak terima jika stigma negatif terus dialamatkan kepada umat Islam, seperti terorisme, radikal, intoleransi, dan antikebhinekaan.

“Selama ini, seolah berbicara radikalisme dan terorisme kepada umat Islam. Nah, kami ingin meluruskan hal itu,” kata Anwar di kantor Bakomubin, Jakarta Pusat, Ahad (4/8).

Dia mengatakan, tindakan ekstremisme sangat jauh dari Islam. Karena itu, Bakomubin mengutuk keras siapa pun pelaku kekerasan dan teror. Namun, wacana itu tidak boleh diarahkan kepada umat Islam.

“Tindakan-tindakan ini mau dari kalangan Islam atau siapa pun tidak kami terima, karena Islam adalah rahmatan lil alamin, sehingga kalau di luar itu berarti telah keluar dari ajaran Islam,” ujarnya.

Ia mengakui beberapa tahun terakhir persaudaraan umat Islam dan persaudaraan kebangsaan sempat mengalami jarak cukup jauh. Sehingga, satu sama lain kerap melontarkan pernyataan-pernyataan sentimental dan tendensius.

“Nah, kita ingin mempersatukan semuanya, bukan hanya di kalangan umat Islam, tetapi juga dari beda suku, ras dan, golongan. Kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi boleh, namun tetap dalam bingkai NKRI,” kata dia. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here