Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Dinas Perhubungan DKI Jakarta memulai sosialisasi perluasan aturan ganjil genap di 25 titik. Sosialisasi utama dilakukan di ruas Jalan Gunung Sahari, Hayam Wuruk, dan Gajah Mada.

“Kita lakukan sosialisasi sekaligus assessment petugas apakah petugas yang ditempatkan secara kuantitas cukup dan kualitas memahami bagaimana mereka bertugas di lapangan,” kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, di Jakarta.

Kebijakan yang bakal dieksekusi 9 September nanti dikatakan Sigit, perlu sosialisasi menyeluruh. Hal ini, kata dia, untuk meningkatkan awareness masyarakat di 25 titik baru itu.

Dikutip dari Antara, Sigit menyebut masyarakat sangat kooperatif saat sosialisasi. Sejauh ini, tingkat kepatuhan sudah cukup baik.

“Artinya informasi yang disampaikan baik itu melalui pernyataan Pak Kadis maupun media. Bisa kita lihat di lapangan hari ini sudah mulai tau dan patut melaksanakannya,” kata dia.

Sosialisasi ganjil genap hari pertama di Gunung Sahari tersebut dilakukan sejak pukul 06.00 dan masih berlangsung hingga pukul 09.45 WIB. Selain Dishub DKI, petugas kepolisiaan juga membantu menyetop kendaraan mobil bernomor ganjil yang melewati ruas jalan tersebut untuk diberikan pemberitahuan.

Rambu lalu lintas, rambu larangan maupun rambu informasi kepada para pengguna jalan ruas-ruas jalan yang terdampak aturan ganjil genap pun, seperti yang dikatakan Sigit, sudah mulai terpasang.

Sementara itu, di kawasan Hayam Wuruk dan Gajah Mada, sosialisasi dilakukan dengan cara penyebaran kertas flyer yang dilakukan oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat sejak pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Ganjil-genap diterapkan setiap Senin-Jumat pada pagi hari pukul 06.00-10.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-21.00 WIB. Aturan ganjil genap ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara Jakarta yang saat ini sudah sangat parah.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here