Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda– Persoalan lahan tanah milik warga kerap menjadi permasalahan yang rumit disetiap daerah. Apalagi dikawasan yang masih belum ada pembangunan, maka tingkat sengketa tanah akan semakin tinggi.

Apalagi jika tanah tersebut terdapat kandungan batu bara atau mineral lainnya yang dapat menguntungkan pemiliknya, maka kemungkinan lahan etrsebut dikuasai lebih dari satu orang.

“Sudah dipastikan akan ada banyak orang yang mengklaim tanah tersebut sebagai milik mereka. Seperti kasus yang sering terjadi di Kecamatan Sambutan Samarinda,” ujar Camat Sambutan, Nofiansyah, Selasa (6/8).

Dikatakan Nofiansyah untuk menyikapi permasalahan ini, pihak kecamatan menggandeng Polresta Samarinda untuk memberikan arahan dan pencerahan kepada seluruh lurah yang ada.

Selan itu juga melibatkan ketua-ketua RT dan beberapa masyarakat yang bersengketa pun ikut hadir mendengarkan penjelasan pihak kepolisian tentang kasus pertanahan.

Nofiansyah juga meminta kepada warga agar tanah yang dimiliki warga bisa diurus langsung kepada pihak kecamatan. Selain itu juga jika statusnya masih belum jelas, pihak kecamatan siap untuk membantu dan memberikan solusi terkait kelengkapan yang harus dipenuhi oleh warga.

“Kepolisian dalam hal ini Polresta Samarinda memberikan penjelasan kepada masyarakat. Memang kecamatan ini juga termasuk wilayah yang rentan akan kasus tanah. Bahkan banyak kasus tumpang tindih yang kita tangani,” ungkap Iptu Heru Santosk, Kanit Harda Reskrim Polresta Samarinda, kepada Poskaltim.com. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here