Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Penanganan banjir di Samarinda diantaranya adalah dengan melakukan normalisasi terhadap tiga anak sungai yang berada di dalam kotaSamarinda. Ketiga anak sungai tersebut yaitu Sungai Karang Mumus, Sungai Air Putih dan Sungai Karang Asam.

Demikian disampaikan Gubernur Kaltim, Isran Noor saat melantik dan mengambil sumpah Wakil Wali Kota Samarinda Muhamaad Barakati, yang berlangsung di Pendopo Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim, Kamis siang (15/8).

“Biaya untuk penanganan banjir dan normalisasi anak sungai di Samarinda tersebut mahal, tetapi bagi negara itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sumbangan devisa dari Kaltim,” ucapnya.

Untuk itu dirinya meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda bekerjakeras dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, untuk mencari sumber-sumber pembiayaan bagi penanganan banjir di Samarinda ini.

Sebagai ibu kota proviinsi, ujar Isran, Samarinda harus mulai berbenah, apalagi Kaltim menjadi satu dari empat tiga calon ibu kota negara. Sehingga masalah banjir di Samarinda yang kerap terjadi saat hujan diharapkan dapat tuntas dengan penanganan pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama.

Isran Noor menjelaskan jika ekspor Kaltim tahun 2018 lalu sebesar US18.6 miliar dolar sementara impor sebesar US4.3 miliar dolar, sehingga terjadi selisih surplus neraca perdagangan sebesar US 14,3 miliar dolar.

“Ini belum termasuk ekspor Kaltim yang tidak dihitung dari provinsi lain seperti dari Surabaya dan Makassar sebesar US12,5 miliar dolar. Artinya secara tidak langsung ekspor Kaltim itu mencapai US27 miliar dolar. Sehingga jika kita minta untuk membiayai penanganan banjir dan normalisasi anak sungai di Samarinda, itu adalah hal kecil,” tegasnya.

Sementara itu, ditambahkan Isran jika di Kaltim terdapat tiga proyek strategis nasional yang dikerjakan yaitu normalisasi tiga anak sungai, pembangunan bendungan Lambakan di Perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser serta pembangunan jalan tol dari Samarinda menuju kota Bontang dengan panjang 120 Kilometer.

“Penataan kawasan sungai dan penanggulangan banjir ini gubernur telah meminta ke pusat yaitu ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), salah satunya adalah normalisasi Sungai Karang Mumus, Sungai Air Putih dan Sungai Karang Asam yang akan dikerjakan pada 2020 nanti,” jelas Isran.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here