Pengusha eceran yang menciptakan mesin mirip dengan yang dimiliki oleh SPBU, padahal kios atau toko menjual bahan bakar eceran ilegal

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Setelah dinyatakan ilegal atau tak berizin oleh Pemerintah Kota Balikpapan, terkait menjamurnya Pomini atau Pertamini, pengusaha minyak eceren di Balikpapan siap menghadap Pemkot Balikpapan, untuk mencari titik temu permasalahan ini.

Mengatasnamakan Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan, para pengusaha Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran ini telah berkumpul dan telah membuat perencanaan.

Ketua Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan, Mas Harianto mengatakan ada sekitar 200 anggota APEM telah membahas nasib usaha mereka, yang saat ini tengah disoroti oleh pemerintah. Pihaknya dalam pertemuan internalnya, telah membuat beberapa kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah kota.

“Ya, kita lakukan diskusi dan perencanaan terkait masalah penindakan Pomini disertai imbauan surat pemerintah. Sekitar 200 orang kompak datang mencari solusi,” ujar Mas Harianto, Kamis (20/6).

APEM menyatakan siap menghadap ke pemerintah kota Balikpapan dalam waktu dekat, tujuannya adalah untuk meminta solusi terkait usaha yang mereka lakukan sebagai penyambung hidup di Balikpapan.

Ketua Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kalimantan, Mas Harianto
“Rencana tanggal dalam waktu dekat ini, kita siapkan segala sesuatunya untuk pembahasan dengan pemerintah,” jelasnya.

Selama ini para pengusaha Pomini yang melakukan usaha diminta mengurus surat keterangan usaha ke pihak kelurahan hingga kecamatan. Hanya dasar itulah yang mereka pakai selama ini, lantaran belum ada peraturan daerah (Perda) yang mengatur mengenai hal tersebut.

“Sebagai pendataan diri sebagai penjual BBM eceran aja, makanya kita buat ijin dan laporan ke kelurahan dan kecamatan,” terangnya.

Lanjut Mas Harianto, keberadaan para pengusaha minyak eceran ini sebetulnya sangat membantu masyarakat, terutama di saat SPBU resmi penuh antrean atau kehabisan stok minyak. Terlebih bagi mereka yang berada di daerah pelosok dan pinggiran kota yang belum terjangkau Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) resmi milik Pertamina.

“Pengusaha kecil seperti kami ini juga turut berkontribusi meningkatkan ekonomi kerakyatan. Terlepas kami sebetulnya membantu masyarakat yang ingin mengisi BBM jika SPBU antre atau habis,” ujarnya.

Meski kini tengah menjadi sorotan pemerintah, para pengusaha minyak eceran akan kompak tetap beroperasi melayani masyarakat. Hal ini sampai adanya solusi terbaik yang diberikan kepada APEM.

Sebelumnya ramai menjadi sorotan jika PT Pertamina menegaskan bahwa bahan bakar eceran yang dijual oleh kios dan toko bukanlah merupakan anak usaha dari PT Pertamina. Pertamina bahkan menyebutkan bahwa kegiatan tersebut adalah ilegal dan melanggar hukum serta segera meminta Pemkot Balikpapan melalui Satuan Polisi Pamong Praja untuk segera menertibkannya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here